Senin, 15 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Pemuda Asal Sulawesi Disandera di Aceh, Diduga Terkait Transaksi Sabu

Pemuda Sulawesi Tenggara berhasil diselamatkan Polres Aceh Utara setelah diduga disandera di Langkahan terkait transaksi narkotika jenis sabu.

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
SANDERA DIBEBASKAN - Ilustrasi pembebasan sandera dibuat via Chat GPT. Polres Aceh Utara berhasil membebaskan pemuda asal Sulawesi Tenggara yang disandera di Langkahan, Aceh Utara. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara berhasil diselamatkan Polres Aceh Utara setelah diduga disandera di Langkahan terkait transaksi narkotika jenis sabu.
  • Kasus terungkap dari pesan WhatsApp korban kepada keluarganya yang meminta bantuan karena mengaku berada di bawah ancaman pelaku.
  • Polisi masih menyelidiki dugaan penyekapan, ancaman pembunuhan, dan kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran narkotika dalam kasus tersebut.

 

Seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara berhasil diselamatkan Polres Aceh Utara setelah diduga disandera di Langkahan terkait transaksi narkotika jenis sabu.

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kasus penyanderaan seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara di Aceh Utara berhasil dibongkar pihak kepolisian. 

Sebuah pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp (WA) menjadi awal terungkapnya dugaan penyekapan seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara di Kabupaten Aceh Utara

Korban yang mengaku berada dalam ancaman pelaku berhasil ditemukan selamat setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan selama dua hari.

Korban diketahui bernama Fadli Faresi (22), warga Desa Rate-Rate, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. 

Ia ditemukan Tim Opsnal Polres Aceh Utara dalam sebuah rumah di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Langkahan pada Sabtu (13/6/2026) siang sekitar pukul 13.45 WIB.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Ibrahim menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan yang diterima pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 Polda Sulawesi Tenggara pada Kamis (11/6/2026) malam.

Baca juga: Hamas Rilis Nama 20 Sandera Israel yang Dibebaskan, Penyerahan Dimulai di Gaza

Laporan tersebut disampaikan setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp (WA) dari Fadli yang mengaku sedang ditahan oleh sejumlah orang tak dikenal. 

Dalam pesannya, korban meminta bantuan kepada keluarganya sekaligus menanyakan cara menghubungi polisi karena takut aksinya diketahui orang-orang yang mengawasinya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Aceh Utara langsung melakukan penelusuran ke lokasi yang diduga menjadi tempat korban disekap di Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan

Namun saat petugas tiba, korban sudah tidak berada di lokasi.

Penyelidikan kemudian dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah warga dan perangkat desa. 

Dari hasil itu, diketahui Fadli telah tinggal di kawasan tersebut sejak Mei 2026, bersama seorang pria bernama Zulkarnaini di sebuah rumah sewa.

Pengembangan penyelidikan akhirnya mengarah ke Desa Tanjung Dalam. 

Tim bergerak cepat dan berhasil menemukan korban di rumah istri Zulkarnaini dalam kondisi selamat.

Baca juga: Israel Terima 2 Jasad Sandera dari Hamas, Tel Aviv Lakukan Identifikasi

Di hadapan penyidik, Fadli mengaku datang dari Sulawesi Tenggara menuju Aceh Utara pada April 2026.

Ia nekat datang ke Aceh setelah menerima tawaran dari seseorang bernama Fajar yang disebut sedang menjalani hukuman di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kendari.

Korban mengaku dijanjikan imbalan sebesar Rp15 juta untuk menjadi jaminan dalam transaksi narkotika jenis sabu. 

Setelah tiba di Aceh Utara, ia dijemput di Terminal Pantonlabu dan dibawa ke Desa Buket Linteng.

Selama berada di lokasi tersebut, Fadli mengaku tidak bebas beraktivitas karena selalu diawasi.

Ia juga menyebut dirinya ditahan karena persoalan pembayaran dalam transaksi narkotika yang belum diselesaikan oleh pihak tertentu.

Korban bahkan mengaku sempat menerima ancaman pembunuhan apabila utang dalam transaksi tersebut tidak segera dilunasi. 

Karena merasa keselamatannya terancam, Fadli akhirnya mengirim pesan kepada keluarganya untuk meminta pertolongan.

Baca juga: VIDEO Hamas Setujui Komite Administratif Gaza Pasca Perang, Gencatan Ke-2 Terhambat Jenazah Sandera

Berkat laporan tersebut, polisi berhasil menemukan keberadaan korban dan mengevakuasinya.

Saat ini, Polres Aceh Utara masih mendalami dugaan penyekapan, ancaman kekerasan, serta kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran narkotika dalam kasus tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved