BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan Goes to Campus, Gandeng Mahasiswa USK Perluas Edukasi JKN
“Kegiatan ini memperkaya wawasan mahasiswa mengenai Program JKN sekaligus menjadi bekal untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – BPJS Kesehatan mengajak mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi agen edukasi dan penyebarluasan informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan Goes to Campus yang digelar di Auditorium Fakultas MIPA USK, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 90 mahasiswa dari berbagai fakultas itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai Program JKN sekaligus mendorong peran mereka dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Rina Suryani Oktari, mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan penggerak masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi corong informasi terkait layanan kesehatan JKN saat terlibat dalam kegiatan sosial maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini memperkaya wawasan mahasiswa mengenai Program JKN sekaligus menjadi bekal untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Rina.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk membantu masyarakat memanfaatkan layanan digital yang telah dikembangkan BPJS Kesehatan agar akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah dan optimal.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Mahyuddin, mengatakan kuliah umum tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan hak dan kewajiban peserta JKN, alur pelayanan kesehatan, serta perkembangan terbaru program tersebut.
Menurutnya, JKN merupakan bentuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya ditanggung pemerintah.
“Melalui JKN, semangat gotong royong terus hidup, di mana yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua, dan yang mampu membantu yang kurang mampu,” kata Mahyuddin.
Ia menjelaskan, Program JKN memiliki tiga makna utama, yakni protection (perlindungan), sharing (gotong royong), dan compliance (kepatuhan terhadap peraturan).
Mahyuddin juga mengungkapkan bahwa penyakit jantung menjadi penyakit katastropik dengan jumlah kasus tertinggi pada 2025, mencapai sekitar 29 juta kasus dengan biaya pelayanan sebesar Rp17,35 triliun.
Selain itu, setiap hari tercatat sekitar 1,9 juta transaksi pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
Menurutnya, tingginya pemanfaatan layanan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.
Namun, hal itu harus diimbangi dengan penguatan upaya promotif dan preventif agar masyarakat dapat hidup lebih sehat.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta JKN, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi kesehatan, penggerak upaya promotif dan preventif, serta kontributor dalam riset dan inovasi guna mendukung keberlanjutan Program JKN di masa mendatang.(*)
| Wajib Tahu! Ini 21 Layanan yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Tak Lagi Aktif? Ini Cara Mengembalikan Status BPJS PBI Kamu |
|
|---|
| Status BPJS PBI Tiba-Tiba Non Aktif? Ini Tiga Cara Mudah Aktifkan Kembali BPJS PBI |
|
|---|
| Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 10 Triliun, DPR Siap Bahas Akhir 2025 |
|
|---|
| Orang Tua Wajib Tahu! Bayi Baru Lahir Harus Segera Didaftarkan ke BPJS Kesehatan, Ini Caranya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-BPJS-Kesehatan-Cabang-Banda-Aceh__.jpg)