Berita Aceh Barat Daya
Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Kabupaten Abdya Terbentuk
Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (APRI DPC) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi terbentuk pada, Senin 15 September 2025
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (APRI DPC) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi terbentuk pada, Senin 15 September 2025.
Kepengurusan inti telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRI, dengan susunan pengurus, Ketua Syahril, Sekretaris Irmansyah Marzuki, dan Bendahara, Idris Adami.
Struktur kepengurusan di bawahnya akan dilengkapi dalam waktu dekat.
Ketua DPC APRI, Syahril, mengatakan kehadiran lembaga tersebut sebagai wadah yang menghimpun penambang rakyat dengan tujuan mengorganisasi kegiatan penambangan agar terlindungi dari praktik penambangan liar dan ilegal.
Selain itu, kata Syahril, APRI berkomitmen melakukan sosialisasi serta edukasi guna memastikan kegiatan penambangan rakyat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca juga: VIDEO - Purbaya Bandingkan Era SBY dan Jokowi: Pincang 20 Tahun Terakhir, Rp 800 T Mengendap di BI
"Sejalan dengan misi APRI, kita akan memperjuangkan agar profesi penambang rakyat memperoleh pengakuan pemerintah dan diposisikan setara dengan mata pencaharian lain seperti petani, buruh, dan nelayan," ujarnya.
Kemudian, sambungnya, mewujudkan peran penambang rakyat sebagai salah satu pilar ketahanan nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui koperasi tambang rakyat yang mengelola mineral dan energi secara profesional dan berkelanjutan.
"Kita juga memfokuskan pencapaian misi tersebut khususnya di wilayah Abdya," ucapnya.
Baca juga: Warga Abdya Meninggal di Malaysia, Haji Uma Bantu Pemulangan, Isak Tangis Keluarga Saat Jenazah Tiba
Syahril mengatakan, prioritas awal APRI Abdya adalah mendorong pemerintah daerah untuk segera mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kepada pemerintah provinsi, sehingga masyarakat dapat melakukan penambangan secara legal melalui kelompok masyarakat maupun koperasi rakyat.
"Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, Kejaksaan, insan pers, serta seluruh pemangku kepentingan di Abdya," ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, sebut Syahril, APRI Abdya akan melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyampaikan keberadaan organisasi ini sebagai wadah perjuangan penambang rakyat menuju legalisasi pertambangan rakyat di wilayah Kabupaten Abdya. (*)
Baca juga: Polisi Limpahkan 7 Tersangka Penambang Emas Ilegal ke Kejari Aceh Barat, 2 Warga Sumut, Beko Jadi BB
| Listrik Masih Padam, Warga Abdya Penuhi Warung Kopi |
|
|---|
| SMPN 2 Susoh Raih Juara I Tari Kreasi di Ajang FLS3N Abdya 2026 |
|
|---|
| Pergub JKA Dicabut, Pelayanan di RSUD-TP Abdya Kembali Normal |
|
|---|
| TMMD Ke-128 Kodim Abdya Resmi Ditutup, Warga Diminta Jaga Fasilitas yang Sudah Dibangun |
|
|---|
| Doto Saweu Sikula Pemerintah Abdya Sambangi SMPN 1 Tangan-Tangan, Bawa 4 Misi Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengurus-APRI-DPC-Kabupaten-Aceh-Barat-Daya-Abdya.jpg)