Inovasi
Kreatif! Mahasiswa USK Olah Ampas Kopi Jadi Sabun Cuci Tangan
Produk ramah lingkungan ini pun lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dan mendapatkan pendanaan dari Direktorat
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sekelompok Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memanfaatkan ampas kopi menjadi Sabun Cuci Tangan. Produk ini dinamakan Caffresh.
Inovasi mahasiswa ini berhasil menjadi ampas kopi yang biasa hanya limbah, menjadi produk memberi nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Tim Caffresh yang melakukan inovasi ini diketuai oleh Putri Nabila, dengan anggota Nadhifa Aini, Nasywa Humaira Nasrul, dan Rifa Azzura dari Program Studi Farmasi, serta Elvira Qurratul Aini dari Program Studi Manajemen.
Seluruh proses pengembangan produk ini berada di bawah bimbingan langsung Apt. Fajar Fakri, S.Farm., M.S.Farm.
Produk ramah lingkungan ini pun lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dan mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek.
Ide kreatif ini bermula dari keprihatinan tim terhadap limbah ampas kopi yang terus meningkat seiring dengan tingginya konsumsi kopi di masyarakat. "Alih-alih menjadi sampah, kami memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai bahan utama sabun, sekaligus memberikan nilai tambah bagi kesehatan kulit," ujar Putri.
Secara ilmiah, ampas kopi mengandung antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas, serta butiran halus yang berfungsi sebagai eksfoliator alami.
Sementara itu, kulit jeruk nipis dipilih karena kandungan vitamin C-nya yang mencerahkan kulit, serta minyak atsiri dan senyawa lain seperti tanin, saponin, fenol, dan alkaloid yang memiliki sifat antibakteri alami.
"Tim Caffresh tidak hanya fokus pada manfaat, tetapi juga pada keamanan dan kualitas produk. Sabun ini diformulasikan dengan pH yang seimbang dan dilengkapi pelembap agar tidak membuat kulit terasa kering atau iritasi," ujar Puri Nabila.
Serangkaian uji, termasuk uji iritasi kulit, telah dilakukan untuk memastikan keamanan produk. Hasilnya, Caffresh terbukti aman digunakan, bahkan untuk kulit sensitif.
Selain itu, uji laboratorium menunjukkan bahwa Caffresh memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang baik, efektif dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.
"Uji laboratorium ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa produk yang dikembangkan tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga efektivitas nyata," kata dosen pembimbing, Fajar Fakri.
Fajar mengatakan, produk ini diharapkan menjadi contoh kewirausahaan berbasis sains yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Caffresh membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan dampak positif ganda: memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak bernilai sekaligus menyediakan produk yang aman dan bermanfaat," jelasnya.(*)
| Eco Enzyme Jadi Solusi Atasi Bau Kandang Itik di Aceh Besar |
|
|---|
| Heboh Beras Presokazi Hasil Karya Peneliti UGM, Ini Kandungan dan Ciri Khasnya yang Banyak Diincar |
|
|---|
| Ini Motor Masa Depan, tanpa Suara dan Asap, Isi Dua Liter Hidrogen Bisa Keliling Sejauh 428 Km |
|
|---|
| T-Kolinsa, Inovasi AKBP Dedy Darwinsyah Amankan Distribusi Hasil Pertanian di Aceh |
|
|---|
| Tim Dosen dan Mahasiswa FIKes UUI Latih Warga Rumpet Olah “Boh Kala” Jadi Produk Anti Nyamuk Alami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sabun-y9iujhk.jpg)