Minggu, 19 April 2026

Pencurian Ban Sepmor

Pelaku Pencurian Roda Ban di Aceh Singkil Disinyalir Mengerti Perbengkelan 

Belum lagi ketika membukanya perlu keahlian agar bisa cepat. Lebih-lebih agar tidak terdengar, sebab biasanya ketika membuka roda selalu ada bunyi

|
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dede Rosadi
BAN DICURI: Sepeda motor  milik penduduk Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, yang hilang roda bannya masih terparkir di lokasi kejadian, Senin (6/10/2025). Ban sepeda motor tersebut diperkirakan dicuri maling, Minggu (5/10/2025) dini hari. 

Kemudian kaum bapak-bapak terlihat kumpul bareng pada malam hari di kompleks tempat tinggalnya masing-masing. 

"Waktu ramai pencurian sawit ada ronda malam. Ini mesti digiatkan lagi ronda," kata Kasmudin Kepala Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Selasa (7/10/2025).

Ban sepeda motor milik Dedek warga Perumahan Priapat Lorong 2 Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, hilang digondol maling. 

Akibatnya korban yang berprofesi sebagai buruh pelabuhan penyebrangan feri di Pulo Sarok, Singkil, harus numpang ke orang lain untuk berangkat kerja. 

Sebagai kuli angkat barang penumpang, korban tak bisa langsung membeli ban beserta peleknya yang hilang dibawa maling. 

Maklum pendapatannya hanya cukup menutupi kebutuhan hidup. 

Sehari-hari pun ia bersama istri dan anak-anaknya masih numpang tinggal bersama mertua. 

Kejadian pencurian ban sepeda motor tergolong tak biasa, sebab baru pertama kali terjadi.

Biasanya maling mencuri sepeda motor. Sementara ini hanya mengambil ban belakang sepeda motor saja.

Peristiwa pencurian ban sepeda motor jenis Supra X itu, diperkirakan terjadi, Minggu (5/10/2025) dini hari. 

Sepeda motor yang dimaling dalam posisi  terparkir di halaman rumah kakak Dedek yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggal korban.

Baca juga: Pencurian Ban Sepeda Motor di Aceh Singkil Usik Rasa Aman Warga 

Ban sepeda motor yang dimaling jenis Supra X dalam posisi terparkir di luar rumah. Hal itu seperti kebiasaan selama ini. 

Dedek ketika pulang kerja setiap pukul 22.00 WIB malam, memarkirkan sepeda motornya di halaman rumah saudaranya yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggalnya. 

Kebiasaan itu dilakukan lantaran selama ini merasa aman mengingat sebelumnya tak pernah ada maling. 

Nahas ternyata di lingkungannya tidak aman lagi, paginya saat hendak berangkat kerja ban sepeda motornya sudah hilang.

Keuchik Gosong Telaga Barat, Riduan, mengatakan kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Mengingat peristiwa pencurian di desanya, bukan hanya ban sepeda motor milik Dedek. 

Tetapi tiang listrik tenaga surya di pinggir jalan tempat pemakaman umum (TPU) serta kasus pencurian di kantin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gosong Telaga Barat.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved