Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Bireuen

Dua Mahasiswa UIA Wakili Aceh ke STQH Nasional XXVIII di Kendari

Keduanya berhasil lolos seleksi dan dipercaya untuk tampil di tingkat nasional, membawa nama baik kampus dan daerah.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
MAHASISWA UIA - Siti Sarah, merupakan satu dari dua mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA) yang tampil di Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 9–19 Oktober 2025, pada cabang tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Arab. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dua mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA), Paya Lipah, Peusangan, Bireuen.

Mereka terpilih mewakili Provinsi Aceh dalam ajang bergengsi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 9–19 Oktober 2025.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Akrim Dzaky, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Siti Sarah, mahasiswa yang juga berasal dari program studi yang sama.

Keduanya berhasil lolos seleksi dan dipercaya untuk tampil di tingkat nasional, membawa nama baik kampus dan daerah.

Muhammad Akrim Dzaky akan berlaga dalam cabang hafalan 500 hadits tanpa sanad.

Dalam cabang ini, peserta dituntut untuk menghafal dan membacakan 500 hadis tanpa menyebutkan jalur periwayatan.

Baca juga: Rektor UIA Sebut Pasien ODGJ Jadi Sasaran Bully, Minta Pemerintah Turunkan Psikolog

Menurut Kaprodi PBA UIA, Hendri Julian Med, Akrim telah mempersiapkan diri dengan strategi hafalan yang matang.

Seperti pengulangan berkala, pengelompokan tema hadis, serta latihan mental untuk tampil tenang di hadapan dewan hakim.

Sementara itu, Siti Sarah akan mengikuti cabang tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Arab.

Cabang ini menuntut kemampuan tinggi dalam memahami dan menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam, menggunakan bahasa Arab yang fasih dan sesuai dengan kaidah ilmu tafsir.

Sarah telah mempersiapkan diri dengan memperdalam ilmu nahwu, sastra Arab, serta kajian tafsir dari berbagai ulama klasik dan kontemporer.

Baca juga: Terkait Kerja Sama Jadikan Magnet School Aceh Timur sebagai Kampus, Ini Kata Rektor UIA Bireuen

Ia juga rutin berlatih menjawab pertanyaan interpretatif yang biasa diajukan oleh juri.

STQH Nasional tahun ini mengusung tema “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”

Ajang ini menghadirkan berbagai cabang perlombaan, mulai dari seni baca Al-Qur’an (qira’at), hafalan Al-Qur’an (1–30 juz), tafsir Al-Qur’an bahasa Arab, hingga Musabaqah Hadis yang mencakup hafalan 100 hadis bersanad, 500 hadits tanpa sanad, dan karya tulis ilmiah hadis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved