Minggu, 12 April 2026

Haba Unimal

Bedah Buku Karya Akademisi Unimal, Dua Dosen Bahas Identitas Aceh Lewat Bahasa 

“Bahasa tidak hanya alat untuk berkomunikasi, tetapi juga cermin identitas dan jati diri bangsa.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
Dok Unimal
BAHAS INDETITAS ACEH - Dr Teuku Kemal Fasya, M.Hum menjadi pembedah buku bahasa Aceh karya Juni Ahyar, dosen Universitas Malikussaleh, Kamis (16/10/2025). 

SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku karya akademisi Universitas Malikussaleh, Juni Ahyar, SPd, MPd, Kamis (16/10/2025). 

Buku berjudul “Bahasa Aceh dan Budaya Aceh Sebagai Identitas Bangsa” ini diterbitkan oleh PT Ganesha Kreasi Semesta.

Acara dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas, Ir. Saifullah. 

Diskusi publik ini dimoderatori oleh Azwar, S.Psi, MPsi, CHt, MNLP, dan dihadiri para akademisi, guru, serta aktivis literasi dari berbagai daerah di Aceh Utara. 

Dua narasumber utama tampil memberikan pandangan, Dr Teuku Kemal Fasya, MHum (Kepala UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Unimal) serta Juni Ahyar selaku penulis buku.

Baca juga: Mahasiswa Unimal Menjelajahi Gua Kaloy Aceh Tamiang

Baca juga: Ketua dan Pengurus HIMA-AP Unimal Periode 2025/2026 Dilantik

Baca juga: Dosen Unimal Jadi Perumus Asal Usul Sejarah Kota Lhokseumawe

Baca juga: Tim Dosen Unimal Dampingi Masyarakat Kelola Kawasan Ekowisata Mangrove di Lhokseumawe

Dalam paparannya, Juni Ahyar mengungkapkan bahwa gagasan penulisan buku ini muncul dari keprihatinan terhadap semakin pudarnya penggunaan bahasa dan tradisi Aceh di tengah derasnya arus modernisasi. 

“Bahasa tidak hanya alat untuk berkomunikasi, tetapi juga cermin identitas dan jati diri bangsa.

Menjaga bahasa daerah berarti memperkuat akar keindonesiaan kita,” tutur Juni.

Sementara itu, Dr Teuku Kemal Fasya menilai karya tersebut sebagai refleksi pemikiran yang matang dan menyeluruh. 

“Buku ini tidak hanya bicara linguistik, tetapi juga menggugah kesadaran sosial dan budaya. 

Penulis berbicara tentang etika pembangunan, kesenjangan generasi, dan pentingnya menjadikan bahasa sebagai medium kecerdasan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga memberikan beberapa catatan perbaikan untuk penyempurnaan edisi selanjutnya, termasuk penambahan sinopsis serta pembenahan minor pada bagian teknis penulisan.

Menutup kegiatan, penulis mengucapkan terima kasih atas semua masukan yang diberikan peserta dan narasumber. 

“Kegiatan ini harus dilanjutkan agar mencari upaya pengembangan literasi Bahasa Aceh yang semakin ditinggalkan,” ungkap Juni Ahyar.(*)

Baca juga: Unimal dan ITB MoU Kerjasama Program Magister 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved