Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Silvermen Gentayangan di Aceh, Budayawan Cek Midi: Merusak Norma Islam dan Keacehan

Dalam dua tahun terakhir, di Aceh mulai muncul fenomena manusia yang melumuri tubuh mereka dengan cat berwarna silver

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM
SILVERMEN - Budayawan Aceh, Tarmizi A Hamid alias Cek Midi menyoroti fenomena manusia yang melumuri tubuh mereka dengan cat berwarna silver, baik dewasa (silvermen) maupun anak-anak dan remaja (silver kids) di Banda Aceh. Silvermen dan silverkids tersebut turun ke jalan-jalan dan meminta-minta, terutama di lampo setop dan pertokoan.  

Budayawan Aceh, Tarmizi A Hamid alias Cek Midi menyoroti fenomena manusia yang melumuri tubuh mereka dengan cat berwarna silver, baik dewasa (silvermen) maupun anak-anak dan remaja (silver kids) di Banda Aceh

Silvermen dan silverkids tersebut turun ke jalan-jalan dan meminta-minta, terutama di lampo setop dan pertokoan.  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam dua tahun terakhir, di Aceh mulai muncul fenomena manusia yang melumuri tubuh mereka dengan cat berwarna silver, baik dewasa (silvermen) maupun anak-anak dan remaja (silver kids).

Silvermen dan silverkids tersebut turun ke jalan-jalan dan meminta-minta, terutama di lampo setop dan pertokoan. 

Budayawan Aceh, Tarmizi A Hamid, meminta pemeritah untuk menertibkan mereka sebelum membesar.

“Ini adalah fenomena baru di Aceh. Ia bertentangan dengan norma Islam dan budaya kita,” ungkap Tarmizi A Hamid, kepada media ini di Banda Aceh, Minggu (26/10/2025).

“Bertentangan dengan Islam karena mereka mengubah bentuk tubuh dengan lapisan cat warna silver. 

Selain itu, mereka juga memakai pakaian tak menutup aurat,” papar pemilik Museum Rumoh Manuskrip Aceh ini.

Baca juga: Wali Nanggroe Aceh Serukan Penguatan Pendidikan Berbasis Keluarga dan Harmoni Budaya

“Rata-rata mereka memakai celana pendek dan mengemis di jalan raya atau pertokoan,” tambah Tarmizi yang menjadi Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) ini.

Pria yang akrab disapa Cek Midi itu melanjutkan, silvermen dan silverkids mulai bermunculan di Kota Aceh dan Aceh Besar. 

“Kalau tak ditangani dari sekarang, mereka diyakini akan bermunculan di Sigli atau Meulaboh sebagai buffer city (kota penyangga, red) dari Banda Aceh

Begitu teorinya,” ujar pria yang telah menjalin kerja sama budaya dengan beberapa negara Melayu ini.

Cek Midi menambahkan, budaya Aceh dan budaya Melayu sangat kental dengan norma Islam.

Baca juga: Medan Bukan Batak: Mozaik Budaya di Ibu Kota Sumatera Utara

“Orang Aceh terlarang mengubah bentuk tubuh, memamerkan aurat lalu mengemis. 

Ini tak ada dalam tradisi Aceh dan Melayu,” katanya sambil memperlihatkan beberapa rekaman perilaku silvermen di Banda Aceh.

Menjaga harkat dan martabat Aceh dari masuknya budaya asing

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved