Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Konjen Tiongkok Cerita soal Muslim Uighur Saat Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry

Konjen Tiongkok Huang He menyampaikan kuliah umum di UIN Ar-Raniry tentang keberagaman etnis dan agama di Tiongkok.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Humas UIN Ar-Raniry
KULIAH UMUM - Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Huang He menyerahkan cinderamata kepada Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Yasir Yusuf, saat mengisi kuliah umum di Aula Pascasarjana kampus setempat, Banda Aceh, Senin (10/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Konjen Tiongkok Huang He menyampaikan kuliah umum di UIN Ar-Raniry tentang keberagaman etnis dan agama di Tiongkok. 
  • Ia membantah isu diskriminasi terhadap Uighur dan menyebut informasi tersebut sebagai manipulasi media barat. 
  • Kuliah ini juga membuka peluang kerja sama akademik antara UIN Ar-Raniry dan universitas di Tiongkok.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) di Medan, Huang He menyampaikan kuliah umum bertajuk “Keberagaman Etnis, Agama, dan Budaya di Tiongkok” di Aula Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (10/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Konsul Jenderal Xu Chunjuan, Wakil Konsul Yu Lie, Sekretaris Konjen Liu Wenyi, unsur pimpinan di lingkungan UIN Ar-Raniry, mahasiswa pascasarjana, dan International Office (IO) Student Volunteer.  

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman melalui Wakil Rektor, Prof Muhammad Yasir Yusuf saat menyambut rombongan Konjen Tiongkok menyampaikan terima kasih kepada Direktur IO, Prof Saiful Akmal yang telah memprakarsai kerja sama antara KJ RRT dan International Office UIN Ar-Raniry.

“Semoga dari program ini dapat terwujud kegiatan seperti visiting scholar ke universitas-universitas bergengsi di Tiongkok dan pembukaan Chinese Corner di UIN Ar-Raniry,” ujar Prof Yasir. 

Dalam pemaparan materi kuliah umum, Huang He menampilkan berita yang dikeluarkan oleh media barat mengenai diskriminasi yang terjadi di Xinjiang terhadap etnis minoritas Uighur. 

Ia menegaskan, informasi tersebut telah dimanipulasi dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di Tiongkok.

Baca juga: Soal Muslim Uighur China Harus Terbuka

Menurutnya, seluruh warga Tiongkok memiliki kebebasan beragama dan dijamin hak-haknya selama tidak bertentangan dengan upaya pembangunan negara.

“Di Tiongkok, setiap organisasi keagamaan dipimpin dan beranggotakan warga Tiongkok untuk meminimalkan campur tangan asing, seperti yang pernah terjadi pada masa penjajahan Inggris hingga kemenangan Partai Komunis Tiongkok atas Partai Kuomintang,” ujar Huang He.

Di akhir pemaparannya, Huang He menyampaikan bahwa, Pemerintah Tiongkok siap untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan timbal balik antara kedua negara. 

"Kesuksesan suatu negara hanya tercapai bila negara-negara di dunia saling bekerja sama untuk kemajuan sesama," tambah Huang He. 

Usai kuliah umum, Huang He bersama Prof Saiful Akmal, dan Direktur Pascasarjana, Prof Eka Srimulyani, menjajaki kemungkinan kerja sama yang akan difasilitasi oleh Konjen RRT di Medan.

Baca juga: UIN Ar-Raniry dan Kemenhaj Teken MoU soal Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Haji-Umrah

Beberapa kemungkinan kerja sama yang digagas seperti MoU antara UIN Ar-Raniry dengan salah satu kampus terkemuka di Tiongkok dalam bidang riset dan inovasi, pendirian Chinese Corner, dan pelaksanaan tes resmi Bahasa Mandarin.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved