Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Pemko Langsa Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, Wali Kota Minta Dukungan BNPB

Menurut Jeffry, musibah banjir yang melanda Kota Langsa telah berdampak pada 170 ribu jiwa dan 55 ribu rumah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zubir | Editor: Zaenal
Serambinews.com/HO
LANGSA DARURAT BANJIR - Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, menyatakan Pemerintah Kota Langsa menetapkan masa tanggap darurat banjir melalui surat resmi bernomor 800.1.11.1/4545/2025. Status ini berlaku sejak 26 November hingga 9 Desember 2025, menyusul bencana yang menyebabkan pemadaman listrik dan terputusnya jaringan internet sejak Rabu (27/11/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Pemerintah Kota Langsa menetapkan masa tanggap darurat banjir melalui surat resmi bernomor 800.1.11.1/4545/2025. 

Status ini berlaku sejak 26 November hingga 9 Desember 2025, menyusul bencana yang menyebabkan pemadaman listrik dan terputusnya jaringan internet sejak Rabu (27/11/2025).

"Kami telah menyurati Pak Presiden Republik Indonesia pascapenetapan status tanggap darurat terhitung sejak kemarin hingga dua minggu ke depan," ungkap Walikota Langsa Jeffry Sentana kepada wartawan pada Kamis (27/11/2025)..

Baca juga: Kota Langsa Lumpuh! Banjir Besar Landa Seluruh Wilayah Permukiman

Terisolasi, Tanpa Listrik dan Internet

Menurut Jeffry, musibah banjir yang melanda Kota Langsa telah berdampak pada 170 ribu jiwa dan 55 ribu rumah. 

Kota Langsa kini terisolasi, sementara komunikasi terhambat akibat listrik padam. 

Meski belum ada laporan korban jiwa, bencana ini meluas ke sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Langkat.

“Kami berharap Bapak Presiden Republik Indonesia melalui Kepala Pusat BNPB segera memberikan bantuan pada Kota Langsa karena akses komunikasi dan listrik sudah padam dan stok logistik pangan sangat terbatas dikarenakan telah terisolir,” pungkas Jeffry.

Beberapa warga Kota Langsa yang menghubungi Serambinews.com mengatakan bahwa musibah banjir yang terjadi tahun ini yang terparah dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Wartawan Serambi Indonesia, Zubir, melaporkan dari lokasi bahwa hampir seluruh wilayah Kota Langsa telah terendam.

Air merendam rumah warga hingga lebih dari dua meter, memaksa sebagian besar penduduk mengungsi ke masjid, mushala, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Penyelamatan Warga Menjadi Prioritas

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan nyawa warga di tengah keterbatasan armada evakuasi.

Ia mengimbau masyarakat segera mencari lokasi aman di dataran tinggi atau tempat evakuasi sementara seperti puskesmas dan fasilitas umum yang tidak terdampak banjir.

“Warga diharapkan menghindari berjalan di arus genangan yang cukup kuat. Kami sedang memprioritaskan penyelamatan warga yang paling rentan,” ujar Jeffry.

Bagi masyarakat yang masih memiliki persediaan makanan dan bertahan di lantai dua rumah atau ruko, Jeffry meminta kesabaran.

Tim Pemko Langsa akan segera menjangkau untuk evakuasi maupun penyaluran bantuan pangan darurat.

Dalam pembaruan di media sosial pribadinya, Wali Kota menyebut Pendopo Wali Kota Langsa ikut terendam. Seluruh sekolah, perkantoran Pemko, hingga pasar dilaporkan lumpuh total.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved