Selasa, 28 April 2026

Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar, Menko PMK Ungkap Siklon Senyar Melemah, tapi Waspada Siklon Koto

Pratikno meminta warga tetap waspada karena muncul Siklon Koto di wilayah utara Sumatra.

Editor: Amirullah
Serambinews.com/Muhammad Nazar
BANJIR MULAI SURUT : Anak-anak bermain digenangan air dampak banjir di Gampong Lampoh Lada, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Jumat (28/11/2025). Saat ini, banjir di Lampoh Lada mulai surut, seiring hujan tidak turun. 

Ringkasan Berita:
  • Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa banjir dan longsor di Sumatra dipicu Siklon Tropis Senyar yang kini mulai melemah menurut BMKG. 
  • Meski begitu, pemerintah meminta warga tetap waspada karena muncul Siklon Koto di wilayah utara Sumatra.
  • Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman bantuan mendesak berupa alat komunikasi, perahu karet, tenda, genset, serta kebutuhan tanggap darurat lainnya. 

 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memaparkan perkembangan terbaru terkait penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat melepas pengiriman bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Pratikno menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang sebelumnya membawa dampak signifikan berupa curah hujan ekstrem.

Namun, menurut laporan terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tersebut kini mulai melemah.

"Perlu kita ketahui ini adalah Siklon Tropis Senyar yang memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun," ujar Pratikno.

"Oleh karena itu, kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca, sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan. Ini juga dilakukan upaya-upaya semacam ini," tuturnya.

Namun, Pratikno meminta warga tetap waspada karena muncul Siklon Koto di wilayah utara Sumatra.

"Kemudian kita juga mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tempatnya di utara kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Ekses Banjir Aceh, Harga Sembako Naik Ugal-ugalan, Cabe Merah Rp 300 Ribu Per Kilogram

Baca juga: Diterjang Banjir, Gempa, PDAM Mati hingga Listrik Padam, Tagar PrayForAceh Bergema di Media Sosial

Bantuan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengiriman bantuan mendesak untuk penanganan banjir yang terjadi di Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pratikno mengatakan pemerintah pusat sudah melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) serta pemerintah daerah terkait kebutuhan yang diperlukan.

"Yang dikirim hari ini atas perintah Bapak Presiden adalah kebutuhan yang sangat mendesak, (seperti) alat komunikasi, perahu karet, genset listrik, itu yang juga sangat diperlukan supaya pekerjaan tanggap darurat semakin efisien," ungkap Pratikno.

Selain pengiriman bantuan, Pratikno menyebut pemerintah juga bergerak untuk menangani beberapa titik jalan yang putus.

"Tim PU (Kementerian Pembangunan Umum) juga bergerak karena beberapa titik putus, mulai dari tanah longsor, jalan yang tertimbun, dan lain-lain."

"Kami fokus pada tanggap darurat, sudah berhari dilakukan, tapi Bapak Presiden beri perintah, semalam kami menyiapkan semua ini," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved