Kamis, 4 Juni 2026

Berita Internasional

Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Protes Mematikan di Iran

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi protes

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Istimewa
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan darurat. 

Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Protes Mematikan di Iran

SERAMBINEWS.COM- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi protes mematikan yang terus berlangsung di Iran.

Pertemuan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk ancaman Presiden AS Donald Trump yang sempat menyebut kemungkinan intervensi militer.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Iran dan AS saling melontarkan kecaman.

Baca juga: Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Wakil perwakilan Iran di PBB menegaskan bahwa negaranya tidak mencari konfrontasi, namun siap merespons jika terjadi agresi dari pihak luar.

Iran juga menuduh Amerika Serikat terlibat langsung dalam mengarahkan kerusuhan yang terjadi di dalam negeri.

“Iran tidak menginginkan eskalasi atau konflik. Namun, setiap bentuk agresi akan dibalas secara tegas, proporsional, dan sesuai hukum internasional,” kata Wakil Utusan Iran untuk PBB, Gholamhossein Darzi dikutip via Aljazeera (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ancaman, melainkan penegasan hak Iran untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.

Sementara itu, perwakilan Amerika Serikat di PBB, Mike Waltz, mengkritik keras cara pemerintah Iran menangani protes.

Baca juga: Rusia Tegaskan Tetap Berdagang dengan Iran Meski Ada Ancaman AS

 Ia menyoroti pemadaman internet yang masih berlangsung di Iran, yang dinilai menyulitkan dunia internasional untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Waltz, rakyat Iran saat ini menuntut kebebasan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Waltz juga menyebut klaim Iran yang menuduh adanya konspirasi asing sebagai tanda bahwa pemerintah Iran takut pada rakyatnya sendiri.

 Meski begitu, ia tidak secara langsung menyinggung ancaman intervensi militer yang sebelumnya beberapa kali disampaikan oleh Presiden Trump.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB Martha Pobee menyampaikan bahwa protes di Iran telah berkembang menjadi krisis nasional sejak dimulai hampir tiga pekan lalu.

Baca juga: Demonstrasi di Iran Mereda, Pembatasan Akses Internet Masih Terjadi

 Aksi tersebut bermula pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di Pasar Besar Teheran memprotes anjloknya nilai mata uang dan melonjaknya inflasi akibat kondisi ekonomi yang memburuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved