Minggu, 3 Mei 2026

Jadwal Libur dan Masuk Sekolah bagi Siswa Selama Bulan Ramadhan Menurut Surat Edaran Bersama

Orang tua dan siswa kini menunggu kepastian mengenai libur awal puasa dan kapan anak-anak kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tribun Jabar/Gani
SEKOLAH GRATIS - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan pendidikan dasar selama sembilan tahun, baik di sekolah negeri maupun swasta digratiskan. 

Ringkasan Berita:
  • Awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026 membawa penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan di Indonesia.
  • Orang tua dan siswa kini menunggu kepastian mengenai libur awal puasa dan kapan anak-anak kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
  • Ketentuan tersebut telah diatur melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 H/2026 M. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026 membawa penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan di Indonesia.

Orang tua dan siswa kini menunggu kepastian mengenai libur awal puasa dan kapan anak-anak kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

Ketentuan tersebut telah diatur melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 H/2026 M.

SEB menjelaskan bahwa jadwal pembelajaran selama Ramadan disesuaikan dengan kalender pemerintah terkait awal Ramadan, Idulfitri, serta cuti bersama atau libur Idulfitri yang berlaku di sekolah, madrasah, satuan pendidikan anak usia dini, dan satuan pendidikan keagamaan.

Jadwal Libur Awal Puasa 2026

Berdasarkan SEB, pembelajaran awal Ramadan 2026 diatur sebagai berikut:

-Rabu, 18 Februari 2026

-Kamis, 19 Februari 2026

-Jumat, 20 Februari 2026

-Sabtu, 21 Februari 2026

-Minggu, 22 Februari 2026: libur akhir pekan

Baca juga: Mahasiswa PTIK dan Polres Bireuen Bersihkan SMKN 1 Peusangan, Sekolah Terparah Terdampak Banjir

Selama periode tersebut, siswa tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebagai gantinya, kegiatan belajar dilakukan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat, sesuai penugasan dari satuan pendidikan masing-masing.

SEB menekankan bahwa pembelajaran mandiri tidak boleh membebani siswa dengan pekerjaan rumah atau proyek berlebihan, terutama yang memerlukan biaya tambahan besar atau penggunaan gawai dan internet secara intensif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved