Kamis, 7 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Analis: Perang Timur Tengah Ditentukan oleh Siapa yang Lebih Dulu Kehabisan Rudal atau Pencegat

Hasil dan lamanya perang di Timur Tengah kemungkinan besar akan ditentukan oleh perhitungan keras: siapa yang lebih dulu kehabisan persediaan rudal

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Para analis dan pejabat menilai, kunci konflik ini terletak pada perbandingan antara stok drone serta rudal Iran dengan persediaan amunisi pertahanan udara vital milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk.
  • Persediaan senjata paling canggih buatan AS diketahui terbatas, sementara besarnya gudang senjata Iran masih menjadi tanda tanya.

 

SERAMBINEWS.COM – Hasil dan lamanya perang di Timur Tengah kemungkinan besar akan ditentukan oleh perhitungan keras siapa yang lebih dulu kehabisan persediaan rudal dan drone atau justru amunisi pertahanan udara untuk mencegatnya.

Sementara itu, persediaan senjata paling canggih buatan AS terbatas sementara sedikit yang mengetahui seberapa besar gudang senjata Iran.

Para analis dan pejabat menilai, kunci konflik ini terletak pada perbandingan antara stok drone serta rudal Iran dengan persediaan amunisi pertahanan udara vital milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk.

Persediaan senjata paling canggih buatan AS diketahui terbatas, sementara besarnya gudang senjata Iran masih menjadi tanda tanya.

Sejak Sabtu, Iran dan kelompok proksinya berupaya membalas ofensif gabungan AS dan Israel dengan melancarkan lebih dari 1.000 serangan terhadap target di hampir selusin negara dalam radius hingga 1.200 mil.

Dengan angkatan udara yang telah menua dan tak mampu menandingi kekuatan Israel maupun AS, Teheran mengandalkan rudal dan drone sebagai senjata utama.

Luasnya jangkauan serangan balasan Iran menjadikan konflik ini yang terluas di Timur Tengah sejak Perang Dunia II.

Di sisi lain, pesawat dan rudal Israel serta AS telah menghantam ratusan lokasi di Iran tanpa kehilangan satu pun pesawat akibat tembakan musuh.

Baca juga: Pertahanan Negara-negara Teluk Kewalahan tak Mampu Hadapi Drone Iran, Rudal Pencegat Makin Menipis

AS dan Israel kini berupaya menghancurkan sebanyak mungkin stok rudal dan infrastruktur militer Iran dengan menargetkan peluncur, gudang penyimpanan, serta personel kunci.

Stacie Pettyjohn, Direktur Program Pertahanan di Center for a New American Security, Washington, menyebut konflik ini sebagai “kompetisi salvo”, konsep strategi militer yang menggambarkan pertukaran serangan besar secara simultan menggunakan senjata berpemandu presisi.

“Pertanyaannya adalah siapa yang memiliki ‘gudang amunisi’ lebih dalam untuk senjata-senjata kunci. Dan yang paling tidak diketahui adalah seberapa besar persediaan Iran,” ujar Pettyjohn.

Sirene kembali meraung di Yerusalem pada Selasa, disusul beberapa ledakan ketika rudal pencegat menghancurkan proyektil yang masuk.

Namun, dalam 36 jam terakhir, serangan Iran ke Israel yang telah menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya sejak perang dimulai terlihat semakin jarang.

Analis menduga Iran mungkin tengah menghemat cadangan rudalnya atau memang sudah kesulitan meluncurkan serangan dalam jumlah besar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved