Senin, 1 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Bantu Sekutu AS dan Israel Rontokkan Rudal Iran

Prancis, Jerman, dan Inggris pada Minggu menyatakan kesiapan mereka untuk membela kepentingan nasional serta sekutu di kawasan Teluk jika diperlukan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Negara Uni Eropa Prancis, Jerman, dan Inggris pada Minggu menyatakan kesiapan mereka untuk membela kepentingan nasional serta sekutu di kawasan Teluk jika diperlukan, termasuk dengan mengambil “tindakan defensif” terhadap Iran. 

“Akan sangat disayangkan jika negara-negara ini berpihak pada para agresor. Mereka sudah cukup berbuat melawan Iran,” tambahnya.

Peringatan tersebut muncul ketika pemerintah Eropa tengah menimbang peran mereka dalam konflik yang kian memanas, antara memenuhi permintaan dukungan militer dari AS dan kekhawatiran terseret langsung ke dalam perang.

Serangan balasan Iran juga dilaporkan menghantam pangkalan militer yang menempatkan tentara Eropa. Prancis pada Senin menyatakan akan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Serangan terhadap bangunan sipil dan infrastruktur di negara-negara Teluk turut memicu kekhawatiran, mendorong sejumlah negara Eropa mempercepat evakuasi warga mereka.

Dalam pernyataan Minggu lalu, para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris menegaskan kemungkinan “mengaktifkan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya.”

Juru bicara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pada Senin menyebut redaksi pernyataan tersebut dapat diinterpretasikan berbeda oleh masing-masing negara.

Sebagai contoh, Starmer pada Minggu menyatakan akan mengizinkan AS menggunakan pangkalan Inggris untuk melancarkan serangan terhadap Iran, selama bertujuan untuk “pertahanan khusus dan terbatas”, yakni menyerang kemampuan rudal Iran.

Belum jelas apakah langkah tersebut akan dianggap Iran sebagai ambang keterlibatan langsung dalam perang. Tak lama setelah pernyataan Starmer, serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas militer Inggris di Akrotiri, Siprus.

Siprus, negara anggota Uni Eropa yang paling dekat dengan Iran, menegaskan bukan bagian dari konflik. Pemerintah di Nicosia mengecam susunan kata dalam pernyataan Starmer. Yunani dan Prancis kemudian mengirimkan aset militer ke Siprus untuk membantu melindungi pulau tersebut dari potensi serangan lanjutan.

“Bantuan yang diminta adalah bantuan yang diperlukan,” ujar juru bicara pemerintah Siprus, Konstantinos Letymbiotis, pada Selasa. “Ini sama sekali bukan tindakan yang mengindikasikan partisipasi Siprus dalam operasi militer apa pun. Kami terus mengulanginya, dan kami akan mengulanginya lagi hari ini.”

Kedutaan Besar Iran di Siprus juga berupaya menenangkan situasi dengan menegaskan bahwa hubungan bilateral tetap kuat dan tidak terpengaruh oleh meningkatnya konflik regional, sembari menyatakan bahwa Teheran tidak pernah memulai agresi, sebagaimana dilaporkan media lokal.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved