Berita Internasional
FIFA dan IOC Dituding Terapkan Standar Ganda, Rusia Disanksi, AS-Israel Dibiarkan
FIFA dan IOC dituding menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik internasional. Dimana Rusia disanksi, AS dan Israel dibiarkan.
Ringkasan Berita:
- FIFA dan IOC dituding menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik internasional.
- Rusia langsung dijatuhi sanksi setelah menyerang Ukraina pada 2022, sementara serangan AS-Israel ke Iran pada 2026 tidak mendapat tindakan serupa.
- Pengamat menilai sikap lunak ini terkait kepentingan politik dan ekonomi, karena AS menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
FIFA dan IOC dituding menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik internasional.
SERAMBINEWS.COM, JENEWA – Dua organisasi olahraga terbesar dunia, FIFA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), kembali menjadi sorotan.
Mereka dituding menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik internasional.
Ketika Rusia menyerang Ukraina pada 2022, FIFA dan IOC dengan cepat menjatuhkan sanksi keras.
Namun, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 2026, keduanya memilih diam.
Pada 2022, hanya empat hari setelah invasi Rusia ke Ukraina, FIFA dan UEFA langsung melarang timnas serta klub Rusia tampil di ajang internasional.
IOC juga melarang atlet Rusia bertanding di bawah bendera negara.
Langkah cepat ini dianggap sebagai bentuk kecaman keras terhadap Moskwa.
Baca juga: Presiden FIFA dan UEFA Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Membantu Kejahatan Perang
Sebaliknya, ketika AS dan Israel menyerang Iran beberapa hari setelah Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 berakhir, FIFA dan IOC tidak mengambil tindakan serupa.
IOC hanya mengeluarkan pernyataan umum soal keselamatan atlet, sementara FIFA menyatakan sedang “memantau situasi.”
Pengamat menilai sikap lunak ini tidak lepas dari kepentingan pragmatis.
Amerika Serikat adalah salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 dan akan menjadi tuan rumah Olimpiade Los Angeles 2028.
Mengeluarkan sanksi terhadap AS dinilai mustahil karena akan mengganggu agenda olahraga global yang sangat bergantung pada dukungan finansial dan infrastruktur negara tersebut.
Pim Verschuuren, pakar geopolitik olahraga dari Universitas Rennes II menyebut, sikap FIFA dan IOC sebagai bentuk “penghindaran mencolok.”
Baca juga: UEFA Kontra FIFA di Sanksi Rusia, Ceferin: Berlaku hingga Perang Berakhir
| Komandan AL Alireza Gugur, IRGC Bersumpah Balas Dendam Dahsyat ke Israel |
|
|---|
| Biadab! Israel Serang Markas Pasukan Perdamaian dengan Artileri, 1 Prajurit TNI Gugur, PBB Meradang |
|
|---|
| Iran Serang Pesawat AWACS AS, Target Militer Amerika di Timur Tengah Terus Bertambah |
|
|---|
| AS Siapkan Rencana Invasi Darat ke Iran, Teheran Ancam 'Bakar Pasukan Amerika'? |
|
|---|
| Iran Desak Keluar dari Perjanjian Nuklir, Serangan AS-Israel Picu Ketegangan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-FIFA-Gianni-Infantino-saat-menghadiri-konferensi-pers.jpg)