Rabu, 13 Mei 2026

BGN Usul MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Bisa Hemat Rp40 Triliun, Prabowo Subianto Tegas Menolak

Di tengah wacana efisiensi tersebut, Presiden Prabowo Subianto justru menegaskan bahwa program MBG tidak akan dipangkas

Tayang:
Editor: Amirullah
For Serambinews.com
MBG - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Bustanul Fakri Aceh di Kecamatan Sukakarya, Kamis (21/8/2025). 

SERAMBINEWS.COM – Wacana efisiensi anggaran kembali mencuat, kali ini menyasar program unggulan pemerintah yang diinisiasi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Efesiansi anggaran menyasar program unggulan yang di inisiasi oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Program tersebut adaah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pembahasannya, muncul usulan untuk mengurangi hari operasional program tersebut. 

Ide ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai salah satu opsi penghematan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Salah satu opsi yang muncul adalah pengurangan hari operasional dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

Baca juga: Kebakaran 13 Ruko di Kota Fajar, Ini Daftar Pemilik yang Terdampak

Jika skema ini diterapkan, dampaknya dinilai cukup signifikan terhadap anggaran negara.

Pemerintah disebut bisa menekan pengeluaran hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.

Pemangkasan satu hari operasional MBG berpotensi menghemat hingga Rp40 triliun per tahun.

"Kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang 5 hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang aja (hemat) Rp 40 triliun setahun, hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Daftar Harga iPhone Akhir Maret 2026 Terbaru, iPhone 16 Pro Max Jadi Best Seller

Usulan dari BGN

Purbaya menegaskan, rencana tersebut bukan berasal dari Kementerian Keuangan, melainkan usulan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya efisiensi di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik.

"Ini bukan saya yang motong ya, emang dia (BGN) melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved