Sabtu, 25 April 2026

Beredar Isu Seskab Teddy Ditampar Letjen TNI Djon Afriandi, Kopassus Buka Suara

Kopassus bantah isu Letjen Djon Afriandi tampar Seskab Teddy. Disebut hoaks, tak pernah terjadi, publik diminta tak mudah percaya kabar liar.

Editor: Amirullah
youtube
Beredar narasi Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan tindakan menampar Seskab Teddy di Istana, Kopassus pastikan hoaks. 

Ringkasan Berita:
  • Kopassus menegaskan isu Letjen TNI Djon Afriandi menampar Seskab Teddy Indra Wijaya adalah hoaks dan tidak pernah terjadi.
  • Klarifikasi resmi menyebut informasi tersebut tidak berdasar, berpotensi menyesatkan, serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
  • Masyarakat diimbau lebih bijak memverifikasi informasi dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

 

SERAMBINEWS.COM – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, menampar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lingkungan Istana.

Kabar tersebut sempat beredar luas dan memancing berbagai spekulasi di media sosial. Narasi yang berkembang bahkan menyeret nama sejumlah pejabat dan situasi internal di lingkungan Istana.

Namun, Kopassus menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

Satuan elite TNI Angkatan Darat tersebut memastikan kabar yang beredar sama sekali tidak memiliki dasar fakta. Mereka juga menegaskan peristiwa seperti yang dituduhkan tidak pernah terjadi.

Dalam klarifikasi resminya, Kopassus menyebut isu tersebut sebagai informasi palsu atau hoaks yang sengaja disebarkan.

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan narasi yang dinilai menyesatkan publik.

Dalam keterangannya, Kopassus turut menyoroti pola penyebaran kabar yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler."

Lebih lanjut ditegaskan pula bahwa, “Kami pastikan kabar tersebut tidak sesuai fakta,” demikian disampaikan dalam klarifikasi resmi melalui Instagram @penkopassus, Selasa (21/4/2026).

Kopassus menilai informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mereka juga memastikan hubungan antarperwira di lingkungan satuan tetap berjalan profesional dan solid. Nilai disiplin serta etika militer, menurut mereka, tetap dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit.

Karena itu, tidak ada tindakan kekerasan internal seperti yang diklaim dalam isu tersebut.

Pihak Penerangan Kopassus juga menyayangkan munculnya kabar itu karena dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,” ujar Penerangan Kopassus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved