Minggu, 26 April 2026

UIN Ar-Raniry Gelar Program Academic Mobility di Brunei, Perkuat Kerja Sama Internasional

UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan program Integrated Academic Mobility di Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam.

Editor: Yocerizal
for serambinews
FOTO BERSAMA - Sebanyak 13 mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama pendamping berfoto bersama saat mengikuti program *Integrated Academic Mobility* di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), 11–25 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menggelar program Integrated Academic Mobility di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) pada 11-25 April 2026 sebagai upaya memperkuat jejaring akademik internasional.
  • Sebanyak 13 mahasiswa mengikuti PKM Internasional melalui kegiatan pengabdian masyarakat, akademik, dan pertukaran budaya.
  • Prof. Dr. phil. Saiful Akmal menegaskan program ini menjadi langkah menuju kampus bereputasi global melalui kolaborasi berkelanjutan dengan UNISSA.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan program Integrated Academic Mobility di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, pada 11-25 April 2026. 

Program ini menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik internasional, sekaligus meningkatkan pengalaman pendidikan lintas negara bagi sivitas akademika.

Kegiatan tersebut terdiri atas dua agenda utama, yakni Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKM) Internasional yang diikuti 13 mahasiswa angkatan 2025.

Serta university leadership visits yang berlangsung selama empat hari pada 21–25 April 2026. 

Kedua agenda itu dirancang untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Islam yang menjadi salah satu fokus strategis UIN Ar-Raniry

Kepala UPT Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, mengatakan program tersebut menjadi langkah nyata kampus dalam membangun konektivitas global.

“Kami ingin mahasiswa dan dosen UIN Ar-Raniry memiliki pengalaman internasional yang konkret, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan institusi luar negeri,” kata Saiful Akmal.

Baca juga: Tiga Penyelundup Senpi ke Lapas Lhoksukon Dituntut 6 Tahun, Begini Perjalanan Kasusnya

Baca juga: Iran Ancam Serang UEA dan Bahrain Jika AS Lancarkan Serangan Darat ke Teheran

Jalani Berbagai Kegiatan

Selama lebih dari dua pekan, para mahasiswa menjalani berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dan akademik di lingkungan Kampus Gadong UNISSA serta sejumlah lokasi di Bandar Seri Begawan. 

Mereka terlibat dalam kegiatan di perpustakaan UNISSA, Pusat Dakwah Islamiah, Pusat Pengajian Borneo, Pusat Sejarah Brunei, hingga sejumlah surau dan masjid. 

Mahasiswa juga mengikuti talaqqi dan tazkirah subuh di Surau Al-Syafi’i UNISSA, belajar bersama mahasiswa lintas fakultas, serta kegiatan budaya dan sosial. 

Puncak program mahasiswa ditandai dengan Mini Project Presentation di Fakultas Pengurusan Pembangunan Islam UNISSA pada 23 April 2026. 

Menurut Saiful Akmal, pengalaman lintas budaya tersebut penting untuk membentuk daya saing lulusan di masa depan.

“Mahasiswa tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa identitas Aceh dan Indonesia sebagai masyarakat muslim yang moderat, terbuka, dan siap berkolaborasi,” ujarnya. 

Selain itu, mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan sosial seperti gotong royong membersihkan tempat ibadah, pengajaran kaligrafi, baca Al-Quran, azan, hafalan surat pendek, dan pidato bagi masyarakat setempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved