Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Usai Deteksi Drone Pengintai di Teheran

Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
WIKIMEDIA COMMONS/ANGKATAN UDARA AS
DRONE - Drone pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), MQ-4C Triton. 

Ringkasan Berita:
  • Sistem pertahanan udara di Teheran, Iran, diaktifkan pada Kamis (30/4/2026) setelah terdeteksi adanya drone pengintai.
  • Media Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara terdengar aktif di beberapa bagian ibu kota selama sekitar 20 menit.
  • Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Sistem pertahanan udara di Teheran, Iran, diaktifkan pada Kamis (30/4/2026) setelah terdeteksi adanya drone pengintai.

Media Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara terdengar aktif di beberapa bagian ibu kota selama sekitar 20 menit.

Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.

Ketegangan meningkat di tengah negosiasi damai

Insiden ini terjadi di tengah belum jelasnya hasil negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Israel, meski kedua pihak sebelumnya sepakat melakukan gencatan senjata sejak 7 April 2026.

Ketegangan regional terus meningkat seiring pernyataan politik dan militer dari berbagai pihak.

Pernyataan pejabat Iran

Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengalami kekalahan dalam konflik yang sedang berlangsung.

Ia juga menolak ancaman terkait kemungkinan blokade laut yang dapat mengganggu ekonomi Iran.

“Babak baru sedang terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan pengaruhnya di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta menyebut pihak luar tidak memiliki tempat di kawasan tersebut.

Baca juga: Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru

Ketegangan di Selat Hormuz

Amerika Serikat disebut telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz sejak awal konflik di kawasan Timur Tengah.

Washington juga berupaya membentuk koalisi internasional untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di wilayah tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved