Berita Internasional
Ini Deretan Tokoh Penting di Pemerintahan Iran, Hegemoni IRGC Menguat
Kombinasi tokoh garis keras dan moderat memperlihatkan perebutan pengaruh yang akan menentukan arah kebijakan Iran ke depan.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan politik di Iran pasca-serangan AS dan Israel telah mengubah peta kekuasaan di Teheran.
- Tokoh baru seperti Ahmad Vahidi, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Saeed Jalili kini menonjol, sementara Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi.
- Kombinasi tokoh garis keras dan moderat memperlihatkan perebutan pengaruh yang akan menentukan arah kebijakan Iran ke depan.
Kombinasi tokoh garis keras dan moderat memperlihatkan perebutan pengaruh yang akan menentukan arah kebijakan Iran ke depan.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan politik di Iran pasca-serangan AS dan Israel telah mengubah peta kekuasaan di Teheran.
Banyak tokoh senior gugur, sehingga muncul wajah-wajah baru yang kini memegang kendali pemerintahan.
Situasi ini menimbulkan persepsi bahwa Iran tengah berada dalam fase transisi kepemimpinan yang penuh dinamika, dengan persaingan antara kelompok garis keras dan moderat.
Salah satu figur yang menonjol adalah Ahmad Vahidi, panglima baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Vahidi dikenal sebagai tokoh garis keras dengan rekam jejak panjang di militer dan politik, termasuk pernah menjabat menteri pertahanan dan menteri dalam negeri.
Kedekatannya dengan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran, membuatnya dianggap sebagai sosok berpengaruh dalam arah kebijakan negara.
Di sisi lain, Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen, tampil sebagai figur politik yang mencoba memainkan peran diplomasi.
Ia sempat memimpin perundingan dengan utusan AS, meski hasilnya buntu.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Sebut AS Mengalami “Kekalahan Memalukan” dalam Perang Lawan Iran
Ghalibaf dipandang sebagai politisi yang punya jaringan kuat dengan IRGC, tetapi juga berusaha menjaga jalur komunikasi dengan Barat.
Tokoh lain yang tak kalah penting adalah Saeed Jalili, mantan negosiator nuklir yang dikenal keras menolak kompromi dengan Barat.
Jalili dianggap sebagai simbol garis keras yang menolak segala bentuk pendekatan diplomatik.
Kehadirannya mempertegas bahwa faksi konservatif masih memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan Iran.
Sementara itu, Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, kini resmi menjadi pemimpin tertinggi.
tokoh Iran
Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Iran
pemimpin iran
Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
Mojtaba Khamenei
Ahmad Vahidi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Masoud Pezeshkian
Abbas Araghchi
Iran
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS, Ancam Beri Balasan Keras dan Mematikan |
|
|---|
| Update Hari ke-63 Perang Iran: Trump Buka Peluang Serangan, Iran Sebut Blokade Tak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
| Harga BBM AS Melonjak Tajam Dampak Perang Iran, Trump Janji Akan Turun Drastis! |
|
|---|
| Parah! Israel Tangkap Aktivis Flotilla di Perairan Internasional, Dunia Mengecam |
|
|---|
| Warga Aceh di Amerika Beli Gereja, Akan Diubah Jadi Meunasah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ahmad-Vahidi-yang-menjadi-Panglima-baru-IRGC-Iran_rudal-balistik-iran.jpg)