13 Perusahaan Global PHK Ribuan Karyawan, AI Dinilai Ubah Peta Dunia Kerja
Perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya, namun kondisi ini sekaligus memicu kekhawatiran terhadap berkurangnya
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 13 perusahaan global melakukan PHK ribuan karyawan seiring meningkatnya penggunaan AI dalam operasional bisnis.
- Perusahaan seperti Cloudflare, Coinbase, IBM, hingga Salesforce menilai AI mampu meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi kebutuhan tenaga manusia.
- Gelombang PHK akibat AI memunculkan kekhawatiran baru terhadap masa depan lapangan kerja di sektor teknologi dan layanan digital.
SERAMBINEWS.COM - Gelombang PHK di berbagai perusahaan global menunjukkan AI mulai mengubah struktur dunia kerja secara signifikan.
Perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya, namun kondisi ini sekaligus memicu kekhawatiran terhadap berkurangnya kebutuhan tenaga kerja manusia di sejumlah sektor.
Sebanyak 13 perusahaan global dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam operasional bisnis.
Dilansir dari Business Insider, sejumlah perusahaan teknologi hingga layanan digital mulai merestrukturisasi organisasi mereka untuk menyesuaikan diri dengan era AI yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja dan menekan biaya operasional.
Cloudflare menjadi salah satu perusahaan yang mengumumkan pengurangan lebih dari 1.100 pekerjaan akibat reorganisasi menuju era AI. CEO Cloudflare, Matthew Prince, menyebut penggunaan AI internal meningkat lebih dari 600 persen dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, Coinbase memangkas sekitar 700 pekerja atau 14 persen tenaga kerjanya.
Baca juga: Perang Iran Tekan Ekonomi India, Perdana Menteri Serukan Warga Hemat Energi dan Kurangi Beli Emas
CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengatakan AI kini mampu mempercepat pekerjaan teknis yang sebelumnya memerlukan waktu berminggu-minggu.
Crypto.com juga memberhentikan 12 persen karyawan setelah mengintegrasikan AI ke seluruh sistem operasional perusahaan.
Perusahaan layanan kontraktor Angi mengurangi sekitar 350 pekerja sebagai bagian dari langkah efisiensi biaya dan optimalisasi organisasi berbasis AI.
Kemudian Atlassian mem-PHK sekitar 1.600 pekerja atau 10 persen tenaga kerja globalnya untuk fokus pada pengembangan AI dan pertumbuhan bisnis baru.
Perusahaan pembayaran digital Block bahkan merumahkan lebih dari 10.000 pekerja. CEO Block, Jack Dorsey, menilai AI memungkinkan perusahaan beroperasi dengan tim yang lebih kecil namun tetap produktif.
Cisco turut merencanakan pengurangan ribuan pekerja dalam proses reorganisasi menuju bisnis berbasis AI.
Baca juga: Putin Peringatkan Dunia: Rudal Sarmat yang Diklaim Terkuat di Dunia Siap Dipakai untuk Perang
Sementara itu, HP mengumumkan rencana memangkas 4.000 hingga 6.000 pekerja sampai 2028 untuk efisiensi anggaran perusahaan.
IBM juga mulai menggantikan ratusan posisi sumber daya manusia (HR) dengan AI dan diperkirakan akan memangkas ribuan pekerja pada akhir 2026.
Perusahaan pembayaran asal Swedia, Klarna, mengalami penurunan jumlah pekerja secara drastis dari sekitar 7.000 orang pada 2022 menjadi sekitar 3.000 pekerja saat ini.
| Perang Iran Tekan Ekonomi India, Perdana Menteri Serukan Warga Hemat Energi dan Kurangi Beli Emas |
|
|---|
| PT Orbis Tanah Luas Bangun Pabrik Pengolah CPO di Bireuen, DPRA Beri Dukungan Penuh |
|
|---|
| Pengamat Nilai “Jokowi Effect” Tak Lagi Sekuat Dulu, PSI Hadapi Tantangan Baru |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| GEUBRAK Sebut Banjir 2025 di Aceh Timur Akibat Perusakan Hutan, Perusahaan Harus Bertanggung Jawab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PHK-15052026.jpg)