Jumat, 5 Juni 2026

Perang Iran vs AS

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melaporkan serangkaian serangan udara

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AI
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melaporkan serangkaian serangan udara baru di kawasan Teluk selama akhir pekan. 

Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa hubungan kedua negara masih berada dalam situasi yang sangat sensitif meskipun gencatan senjata secara resmi masih berlaku.

Baca juga: Mantan Mata-mata: Israel Targetkan Mesir dan Turki untuk Perang Berikutnya setelah Iran

Kuwait Ikut Siaga Hadapi Ancaman Rudal

Ketegangan juga dirasakan negara-negara Teluk lainnya.

Militer Kuwait mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi serangan rudal dan pesawat tanpa awak musuh.

Namun pihak Kuwait tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun asal serangan tersebut.

Pekan sebelumnya, Iran diketahui mengklaim telah menargetkan pangkalan udara di Kuwait sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer Iran.

Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Teluk.

Baca juga: AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh

Kesepakatan Damai Masih Belum Jelas

Di tengah meningkatnya aksi militer, upaya diplomatik antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan permanen.

Namun hingga kini belum ada perjanjian resmi yang berhasil ditandatangani.

Menurut laporan CBS News yang dikutip BBC, rancangan terbaru kesepakatan mencakup penghentian kekerasan selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya kembali negosiasi mengenai program nuklir Iran.

Meski demikian, sejumlah perbedaan penting masih menjadi hambatan utama dalam pembahasan tersebut.

Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai, sementara Amerika Serikat terus menuntut pembatasan terhadap aktivitas pengayaan uranium Teheran.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait

Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Global

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global melewati jalur pelayaran ini setiap harinya.

Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut dapat langsung memengaruhi harga energi internasional.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved