Perang Iran vs AS
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melaporkan serangkaian serangan udara
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa hubungan kedua negara masih berada dalam situasi yang sangat sensitif meskipun gencatan senjata secara resmi masih berlaku.
Baca juga: Mantan Mata-mata: Israel Targetkan Mesir dan Turki untuk Perang Berikutnya setelah Iran
Kuwait Ikut Siaga Hadapi Ancaman Rudal
Ketegangan juga dirasakan negara-negara Teluk lainnya.
Militer Kuwait mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi serangan rudal dan pesawat tanpa awak musuh.
Namun pihak Kuwait tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun asal serangan tersebut.
Pekan sebelumnya, Iran diketahui mengklaim telah menargetkan pangkalan udara di Kuwait sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer Iran.
Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Teluk.
Baca juga: AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh
Kesepakatan Damai Masih Belum Jelas
Di tengah meningkatnya aksi militer, upaya diplomatik antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung.
Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan permanen.
Namun hingga kini belum ada perjanjian resmi yang berhasil ditandatangani.
Menurut laporan CBS News yang dikutip BBC, rancangan terbaru kesepakatan mencakup penghentian kekerasan selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya kembali negosiasi mengenai program nuklir Iran.
Meski demikian, sejumlah perbedaan penting masih menjadi hambatan utama dalam pembahasan tersebut.
Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai, sementara Amerika Serikat terus menuntut pembatasan terhadap aktivitas pengayaan uranium Teheran.
Baca juga: Garda Revolusi Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait
Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Global
Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global melewati jalur pelayaran ini setiap harinya.
Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut dapat langsung memengaruhi harga energi internasional.
| Trump Gelar Rapat Darurat, Nasib Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari Masih Menggantung |
|
|---|
| Update Hari ke-91 Perang Iran: AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari |
|
|---|
| Update Hari ke-89 Perang Iran: AS Kembali Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Kian Memanas |
|
|---|
| Iran Murka! Serangan Udara AS di Hormuz Disebut Langgar Berat Gencatan Senjata |
|
|---|
| Update Hari ke-88 Perang Iran: AS Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Berlanjut di Qatar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Timur-Tengah-Memanas-Iran-Tuding-AS-Mulai-Perang-Hibrida-Pentagon-Bidik-Serangan-Terbaru.jpg)