Jumat, 12 Juni 2026

Perang Iran vs AS

Perang AS-Iran Ancam Ekonomi Dunia, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global

Bank Dunia memperingatkan bahwa konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Bank Dunia memperingatkan bahwa konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menyeret ekonomi global ke titik terendah sejak pandemi COVID-19. 

Perang AS-Iran Ancam Ekonomi Dunia, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global

SERAMBINEWS.COM – Bank Dunia memperingatkan bahwa konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menyeret ekonomi global ke titik terendah sejak pandemi COVID-19.

Lembaga keuangan internasional yang berbasis di Washington itu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 dari 2,9 persen menjadi 2,5 persen.

Penurunan tersebut dipicu oleh melonjaknya harga energi, meningkatnya inflasi global, serta tingginya biaya pinjaman yang membebani banyak negara.

Dikutip Serambinews.com melalui BBC News, Kamis (12/6/2026), Bank Dunia menyampaikan peringatan itu dalam laporan terbaru bertajuk Global Economic Prospects atau Prospek Ekonomi Global.

Laporan tersebut menyoroti dampak ekonomi yang semakin besar akibat konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara AS dan Iran yang masih berlangsung meski kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata.

Baca juga: AS-Iran Memanas Lagi! Trump Ancam Bom Iran Sampai Hancur Jika Ogah Tanda Tangan Perjanjian

Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman Ekonomi Dunia

Menurut Bank Dunia, perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian besar bagi perekonomian global.

Situasi semakin rumit setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Penutupan jalur tersebut berdampak langsung pada rantai pasokan energi global.

Gangguan distribusi minyak dan gas membuat harga energi melonjak tajam, yang kemudian memicu kenaikan biaya produksi di berbagai sektor ekonomi.

Bank Dunia memperingatkan bahwa jika gangguan pasokan energi terus berlanjut, dampaknya dapat dirasakan hampir di seluruh negara, baik negara maju maupun negara berkembang.

Selain energi, distribusi berbagai komoditas penting lainnya juga berpotensi terganggu akibat ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Baca juga: Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Trump Murka dan Serukan Pembalasan

Harga Minyak dan Pangan Diperkirakan Naik

Dalam laporannya, Bank Dunia memperkirakan harga minyak mentah Brent akan rata-rata mencapai 94 dolar AS per barel sepanjang tahun ini.

Angka tersebut sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak tahun lalu.

Kenaikan harga minyak diperkirakan akan berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, industri manufaktur, hingga logistik.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved