Banjir Landa Aceh
Basarnas Gelar 8 Operasi SAR Tangani Banjir dan Longsor Landa Aceh, Sumut, hingga Sumatera Barat
Basarnas juga telah mengerahkan kekuatan-kekuatan dari kantor SAR yang tidak terdampak bencana tersebut, untuk dikirim ke lokasi terdampak
Ringkasan Berita:
- Basarnas menggelar delapan operasi terkait bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Terkait dengan perkuatan yang ada, tentunya esensi bersama-sama seluruh potensi yang ada di wilayah saat ini sedang berjuang, sedang melaksanakan operasi, khususnya mengevakuasi korban yang masih terisolasi
- Basarnas juga telah mengerahkan kekuatan-kekuatan dari kantor-kantor SAR yang tidak terdampak bencana tersebut, untuk dikirim ke lokasi terdampak bencana.
SERAMBINEWS.COM - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue) atau Basarnas menggelar delapan operasi terkait bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Terkait bencana yang disebabkan oleh hidrometerorologi ini, kita menggelar delapan operasi yang ada di wilayah Sumatera, baik itu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelas Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers, Kamis (27/11/2025), dipantau dari Breaking News Kompas TV.
“Kemudian terkait dengan perkuatan yang ada, tentunya esensi bersama-sama seluruh potensi yang ada di wilayah saat ini sedang berjuang, sedang melaksanakan operasi, khususnya mengevakuasi korban yang masih terisolasi,” tambahnya.
Kedua, kata Syafii, Basarnas juga telah mengerahkan kekuatan-kekuatan dari kantor-kantor SAR yang tidak terdampak bencana tersebut, untuk dikirim ke lokasi terdampak bencana.
“Begitu juga dari Badan SAR Nasional yang ada di Basarnas Special Group juga kita kirim, baik itu menggunakan sarana laut maupun sarana darat,” kata dia.
Namun, lanjut Syafii, saat ini sejumlah akses jalur darat terputus akibat bencana banjir dan longsor, sehingga pihaknya menggunakan jalur laut.
“Saat ini memang jalur darat beberapa titik masih terputus, sehingga kita mengerahkan dengan fasilitas jalur laut,” tegasnya.
“Kemudian terkait dengan jumlah korban, tentunya Kantor SAR untuk mem-broadcast jumlah korban tentunya tidak sama dengan yang ada di wilayah, karena Kantor SAR ini meng-cover beberapa wilayah kabupaten/kota,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar data jumlah korban tidak dijadikan sebagai bahan perdebatan.
“Jadi, terkait dengan jumlah data, tentunya saya mengharapkan tidak menjadi diskusi,” tegasnya.
Baca juga: Update Terbaru Kondisi Listrik Aceh, GM PLN UID Aceh Sebut Ada 9 Tower Transmisi Roboh Akibat Banjir
9 Warga Aceh Tengah Meninggal
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengungkapkan sembilan warga meninggal dunia dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di kabupaten di Provinsi Aceh tersebut.
Haili pun menetapkan status darurat kebencanaan untuk daerah Aceh Tengah.
Dia menyampaikan longsor yang menimbulkan korban jiwa terjadi di empat titik.
Tiga warga meninggal di Kampung Paya Tumpi, tiga di Kampung Daling, dua di Kampung Kelopak Mata dan Kampung Tami Dalem, serta satu di kawasan wisata Natural Park.
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Basarnas-Marsekal-Madya-TNI-Mohammad-Syafii-dalam-konferensi-pers-Kamis-27112025.jpg)