Minggu, 10 Mei 2026

Kupi Beungoh

Sabar dalam Menghadapi Musibah: Refleksi Musibah Banjir Bandang Aceh, Sumut, Sumbar

Jika dilihat dari berbagai ayat al-Qur’an maupun hadits, maka akan didapati bahwa kata “sabar” kerap kali diungkapkan dalam berbagai situasi.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/AGUS RAMADHAN
Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA 

Ketujuh(7), kesabaran dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada, kebalikannya disebut sempit dadanya.

Kedelapan (8), Kesabaran dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum).

Kesembilan (9), Kesabaran terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut serakah, loba (al hirsh).

Kesepuluh (10), Kesabaran dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana'ah), kebalikannya disebut tamak, rakus (syarahun) (Mubarok, 2001: 73-74) dan,

Kesebelas (11), Sabar dalam pergaulan. Dalam pergaulan adakalanya kita tersinggung ketika mendengar atau mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan dari orang lain. Namun, sebagai Muslim kita diwajibkan untuk bersabar menghadapinya, karna boleh jadi hal itu ternyata akan mendatangkan banyak kebaikan bagi diri kita.

Al-Qur'an mengajak kaum muslimin agar menghiasi diri dengan kesabaran. Sebab, kesabaran mempunyai faedah yang besar dalam membina jiwa, memantapkan kepribadian, meningkatkan kekuatan manusia dalam menahan penderitaan, memperbaharui kekuatan manusia dalam menghadapi berbagai problem hidup, beban hidup, musibah, dan bencana, serta menggerakkan kesanggupannya untuk terus-menerus berjihad dalam rangka meninggikan kalimah Allah Swt.

Allah berfirman: Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa. musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang- orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Sebagaimana diketahui bersama bahwa, kesabaran terasa sulit dilakukan ketika seseorang dalam keadaan emosi karena akal tidak berfungsi saat seseorang itu dalam keadaan emosi. Maka hendaknya setiap permasalahan tidak dihadapi dengan emosi, namun dihadapi dengan akal yang sehat, karena perilaku sabar adalah perilaku orang yang berakal.

Beruntunglah manusia telah diberi oleh Allah sifat sabar, dengan kesabaran manusia akan mampu mencapai cita-citanya walaupun harus melewati halangan rintangan yang menghadang, bahkan semakin orang mau bersabar maka semakin dekat dirinya dengan yang Allah swt.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, orang yang sabar akan mampu menerima segala macam cobaan dan musibah dalam hidupnya.

Berbagai musibah dan coban yang melanda negara-negara di seluruh dunia saat ini, Indonesia umumnya dan Aceh khsususnya yang sedang dilanda pandemi Covid-19.

Bagi orang yang sabar maka ia rela menerima kenyataan pahit dan tidak baik untuk dirinya, sementara yang menolak dan atau tidak sabar, ia gelisah dan protes dengan kehidupannya yang kurang baik sedang menimpanya saat ini.

Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang sabar dalam hidup. Wallahu Muwafiq Ila Aqwamithariq , Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.(*)

*) PENULIS adalah Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Wakil Ketua PW MUNA Kota Banda Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved