Senin, 4 Mei 2026

Jurnalisme Warga

IN MEMORIAM: Razali Cut Lani, Guru Teladan yang Melahirkan Banyak Insan Terkemuka

Razali Cut Lani, seorang guru, ayah, dan pemuka masyarakat telah berpulang, meninggalkan jejak yang tidak akan lekang oleh zaman.

Tayang:
Editor: mufti
hand over dokumen pribadi
Rektor UNIKI Bireuen, Prof Dr Apridar SE MSi 

Catatan: Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK dan Ketua SMPT USK Periode 1991-1993

DUNIA pendidikan kehilangan salah satu pilar pendidik sejatinya. Pada Rabu, 10 Desember 2025, Razali Cut Lani, seorang guru, ayah, dan pemuka masyarakat telah berpulang, meninggalkan jejak yang tidak akan lekang oleh zaman.

Bukan sekadar nama di daftar pensiunan guru, beliau adalah sosok yang menjadi bukti nyata bahwa pengaruh seorang pendidik sejati melampaui dinding kelas, meresap ke dalam karakter anak-anak didiknya dan, yang paling menggugah, ke dalam jiwa anak-anak kandungnya sendiri.

Melalui perjalanan panjangnya yang dimulai dari sebuah gampong di Aceh Besar, Razali Cut Lani—kerap disingkat RCL—menegaskan bahwa teladan adalah kurikulum utama dalam membangun peradaban.

Ke panggung pengabdian

Lahir di Gampong Lubuk, Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Senin, 6 Juli 1936, RCL menyaksikan langsung transformasi tanah kelahirannya. Lubuk, yang dulu kerap dilanda banjir, kini telah berkembang menjadi desa wisata berkat perluasan Krueng Aceh. Perubahan geografis ini seolah menjadi metafora hidupnya: dari kondisi yang penuh tantangan, muncul potensi dan kemajuan. Beliau adalah produk asli bumi Aceh yang tangguh, dibesarkan dalam kesederhanaan, tetapi memiliki cita-cita besar untuk mencerdaskan anak bangsa.

Pengabdiannya dimulai di garis depan yang berat. Tahun 1956, sebagai pegawai negeri sipil (PNS) muda, beliau mengawali karier mengajar di SMA Singkil, kemudian berpindah ke Kutacane, Aceh Tenggara. Di sana, beliau ditugaskan di Sekolah Guru B (SGB), sebuah lembaga yang bertujuan mencetak calon guru. Ini adalah titik awal yang strategis dan simbolis: sejak awal, beliau tidak hanya mengajar siswa, tetapi juga membentuk calon-calon pengajar baru.

Aktivitasnya meluas dengan mengajar di SMP dan SMA  Al Washliah serta membina generasi muda melalui organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Front Pemuda Aceh. Jejaring organisasi inilah yang, seperti diungkapkan banyak sumber, membentuk karakter beliau yang taat, jujur, dan disiplin, sebuah karakter yang kemudian menjadi komoditas utama yang ditransfer ke murid-muridnya.

Pada tahun 1958, perjalanan kariernya membawa RCL ke pusat intelektual Aceh saat itu, Koetaradja (kini Banda Aceh), untuk mengajar di Sekolah Guru A (SGA). Puncak dari pengabdian formalnya adalah ketika dipercaya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2, kemudian SMA Negeri 3 Banda Aceh. Di setiap posisi ini, reputasinya sebagai guru yang tegas, adil, dan berintegritas semakin kokoh.

Warisan nyata

Jika ingin melihat bukti paling konkret dari kehebatan seorang RCL sebagai pendidik, lihatlah pada keluarganya. Beliau dan sang istri berhasil membimbing anak-anaknya menjadi manusia-manusia unggul yang berkontribusi besar bagi masyarakat. Ini adalah prestasi yang mungkin melebihi semua jabatan dan penghargaan formal.

Dari delapan anak yang ditinggalkannya (setelah seorang anak ketiga, Ibnussalam, wafat pada usia 6 tahun pada tahun 1972), terpancar sinar keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian.

Anak pertama, Dr Muslim SH, MA, adalah mantan dekan Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry. Anak kedua, dr Taqwallah MKes, pernah menjabat Sekretaris Daerah Aceh, sebuah posisi birokrasi tertinggi di Aceh.

Anak keempat, Dr Nasrullah ST, MT, adalah dosen Fakultas Teknik. Anak kelima, Dr Khadijah, adalah guru SMA dan Dosen UIN Ar-Raniry. Anak kenam, Dr Khasanah MPd, adalah dosen Magister Teknologi Pendidikan di Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jakarta.

Anak ketujuh, Amaliawati MPd, adalah Guru SMA 2 Banda Aceh. Anak kedelapan, Idialita SPd, adalah Wakil Kepala SMA Negeri 1 Peusangan, Bireuen. Dan anak kesembilan, Mukminan SE, adalah mantan ketua DPRD Kota Banda Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved