Minggu, 26 April 2026

KUPI BEUNGOH

Diaspora Aceh di Malaysia, Cahaya Persatuan di Tengah Bencana

Dari seberang Selat Malaka, suara kepedulian menggema, mengalir dari hati para perantau Aceh di Malaysia

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Jafar Insya Reubee, Hamba Allah yang menjadi musafir di dunia fana, berdomisili di Negeri Selangor Kerajaan Malaysia 

Oleh Jafar Insya Reubee*)

KETIKA tanah kelahiran diguncang bencana, Aceh tidak pernah berdiri sendiri. 

Dari seberang Selat Malaka, suara kepedulian menggema, mengalir dari hati para perantau Aceh di Malaysia

Mereka bukan sekadar diaspora yang mencari penghidupan di negeri orang, melainkan denyut nadi solidaritas yang terus bergetar hingga ke kampung halaman.

Lihatlah kiprah mereka. Semuanya bergerak, bersama dalam persatuan yang sangat erat.

Bukan bermaksud mengecilkan peran dari para pihak yang terlibat, tapi karena terbatasnya keilmuan saya dalam mengulas kata, maka dalam tulisan ini, saya hanya menyebut contoh beberapa nama tokoh Aceh yang telah masyhur bergerak dalam setiap kali terjadi musibah, di Malaysia maupun di Aceh.

Baca juga: Hampir Sebulan, Lebih 500 Ton Bantuan Korban Bencana Aceh Masih Tertahan di Malaysia

Pertama, Datuk Mansyur bin Usman yang menjabat sebagai Presiden Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia (Permebam).

Beliau menjembatani pengusaha Malaysia untuk menyalurkan bantuan logistik dan pakaian senilai miliaran rupiah. 

Lalu ada Tgk Bukhari Ibrahim yang merupakan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigom Aceh atau SUBA.

Beliau menggerakkan donasi warga Aceh di Malaysia, memastikan sembako sampai ke titik-titik bencana.

Di Negeri Sembilan, ada Syaiful Bahri alias Bospon yang merupakan Ketua Sabena.

Bospon mengorganisir mengorganisir ratusan ton bantuan kemanusiaan, menjadikan komunitas diaspora sebagai pusat logistik besar meski sempat terkendala izin distribusi. 

Lalu ada juga Tgk Mukhtar Abdullah yang datang bersama relawan dari Pertubuhan Indahnya Sedekah Amal Bangi Malaysia (PISAM). 

Membawa bantuan bernilai ratusan juta rupiah, Tgk Mukhtar Abdullah, mendampingi relawan PISAM di lapangan, memastikan agar distribusi tepat sasaran.

Apakah ini hanya sekedar bantuan? Tidak. Ini adalah simbol persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved