Kupi Beungoh
Darul Makmur Raya, Dari Usulan Pemekaran Kecamatan Menuju Kota Madya
Wacana ini adalah sinyal kuat bahwa dinamika sosial dan ekonomi di Darul Makmur telah tumbuh begitu pesat melampaui kapasitas sebuah kecamatan.
Oleh: Mustafa Husen Woyla
WACANA pemekaran Kecamatan Darul Makmur menjadi empat wilayah baru, Ujong Raja, Tripa Jaya, Seuneu’am, dan Darul Makmur Induk, bukan sekadar urusan membagi wilayah administrasi di atas peta.
Kita lihat, wacana ini adalah sinyal kuat bahwa dinamika sosial dan ekonomi di Darul Makmur telah tumbuh begitu pesat melampaui kapasitas sebuah kecamatan.
Namun, jika kita hanya terpaku pada lahirnya kecamatan-kecamatan baru, kita mungkin hanya menyelesaikan separuh dari persoalan pelayanan publik.
Sudah saatnya kita membawa diskursus ini ke level yang lebih strategis: Mewujudkan kemandirian sebagai Kota Madya Darul Makmur Raya.
Menata Potensi demi Masa Depan
Darul Makmur, Tadu Raya, dan Tripa Makmur adalah kawasan yang diberkahi dengan kekayaan alam yang luar biasa.
Kita memiliki segalanya; bentang laut yang luas, aliran sungai yang dihuni ikan keurling, hingga hutan dan pegunungan yang menyimpan potensi emas dan giok.
Pantai kita indah, dan hamparan kebun sawit membentang luas bahkan hingga ke Pucok Gunong Kong di sana.
Geliat ekonomi dari sektor perkebunan dan industri ini telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Namun, seiring dengan pertumbuhan yang masif tersebut, tantangan yang dihadapi warga juga semakin kompleks.
Setiap kali saya pulang ke rumah mertua di Lamie, saya melihat betapa mendesaknya kebutuhan akan tata ruang perkotaan yang modern. Yang Sudah sedikit di mulai di Kuta Trieng, ada jalan dua jalur.
Kita memerlukan sistem drainase yang lebih terintegrasi untuk mengantisipasi banjir, serta fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan lengkap agar warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kabupaten saat keadaan darurat.
Peningkatan status menjadi Kota Madya adalah jalan konstitusional untuk memperpendek jarak birokrasi dan mempercepat hadirnya fasilitas publik yang memadai di tengah masyarakat.
Indikator Kemandirian yang Nyata
Secara objektif, wilayah kita telah memiliki karakteristik sebuah kota mandiri. Indikator kemandirian tersebut sudah terpampang nyata di depan mata:
Pertama, Pusat Transaksi Ekonomi: Kehadiran bank-bank besar serta tingginya intensitas transaksi keuangan menunjukkan bahwa Darul Makmur adalah magnet ekonomi yang kuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Mustafa-Husen-Woyla_Ketua-Umum-DPP-ISAD_Alumni-Dayah-BUDI-Lamno-dan-Pengamat-Bumoe-Singet.jpg)