Kupi Beungoh
Ramadhan sebagai Benteng Erosion of Faith by Exposure di Era Digital
Iman tidak hilang dalam satu kejadian besar yang mengguncang keyakinan, tetapi terkikis perlahan melalui kebiasaan kecil yang diulang setiap hari.
Pada akhirnya, menjaga iman bukan hanya tentang menambah amal, tetapi juga menjaga apa yang masuk ke dalam hati: apa yang dilihat, didengar, dan dikonsumsi setiap hari.
Sebab hati cenderung mengikuti apa yang paling sering mengisinya. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memastikan yang memenuhi hati adalah cahaya, bukan kelalaian.
Pilihan sikap kecil yang konsisten sering lebih menentukan daripada perubahan besar yang hanya sesaat. Wallahu Ta‘ala ‘Alam. (*)
*) Penulis adalah Kepala MA Ulumul Quran Kota Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Menyoal Kerugian Negara dari Praktik Under Invoicing SDA |
|
|---|
| Belajar Menjahit Sambil Kuliah: Kini Riki Punya Usaha Konveksi Sendiri |
|
|---|
| Belum Sembuh dari Corona, Membedah Trauma Kolektif Penonton Berita Hantavirus |
|
|---|
| Rp 1.620 Triliun untuk MBG, Mengapa Bukan untuk Menghidupkan Dapur Rakyat? |
|
|---|
| Sulaiman Tripa: Dari Pantee Raja ke Mimbar Profesor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Alumnus-Pascasarjana-FMIPA-UNPAD-Bandung-Djamaluddin-Husita.jpg)