Pojok Humam Hamid
Teater Ambisi Trump dan Iran: Apa Beda “Pungo” dan “Puleh Pungo”
Dalam bahasa Aceh, ketika ada orang yang berkomentar “Trump is crazy,” padanan kata yang sering dipakai adalah “pungo”.
Di sinilah muncul apa yang bisa disebut sebagai “perisai puleh pungo” - kartu truf strategis Iran.
Jika Washington benar-benar berani memulai aksi militer besar terhadap Teheran, konsekuensinya hampir pasti tidak akan berhenti pada satu front.
Konflik itu berpotensi menjelma menjadi perang kawasan yang meluas di seluruh Timur Tengah.
Iran tidak hanya akan berhadapan dengan Amerika Serikat, tetapi kemungkinan juga dengan Israel serta negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, bahkan Kuwait - baik secara langsung maupun melalui dinamika aliansi keamanan yang sudah ada.
Jaringan pangkalan militer, perjanjian pertahanan, dan kedekatan geografis membuat setiap eskalasi berisiko memicu respons berantai.
Selat Hormuz, salah satu urat nadi perdagangan energi dunia, dapat berubah dari jalur logistik menjadi titik tekan strategis.
Gangguan terhadapnya saja cukup untuk mengguncang pasar global, menaikkan harga energi, dan memicu ketidakstabilan ekonomi di berbagai benua.
Dalam situasi seperti itu, perang tidak lagi menjadi persoalan dua negara, melainkan persoalan sistem internasional.
Inilah yang dimaksud dengan regionalisasi konflik - sebuah eskalasi di mana batas-batas geografis dan politik menjadi kabur.
Satu serangan dapat memicu balasan di tempat lain.
Satu tekanan dapat memantik front baru.
Dalam skenario seperti itu, pengendalian eskalasi bukan lagi sekadar soal kehendak politik, melainkan soal kemampuan riil untuk menghentikan api yang sudah menyebar.
Kesadaran akan risiko inilah yang membuat sebagian sekutu Amerika di kawasan tidak serta-merta mengatakan “ya” pada langkah konfrontatif.
Mereka memahami bahwa memulai mungkin terlihat tegas, tetapi mengakhiri adalah perkara yang jauh lebih mahal.
Stabilitas domestik, keamanan energi, dan keberlangsungan ekonomi mereka sendiri menjadi taruhan.
pojok humam hamid
Ahmad Humam Hamid
Humam Hamid
konflik Iran-Amerika
Selat Hormuz
perang iran amerika
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ahmad-Humam-Hamid-iran.jpg)