Minggu, 19 April 2026

Pojok Humam Hamid

Teater Ambisi Trump dan Iran: Apa Beda “Pungo” dan “Puleh Pungo”

Dalam bahasa Aceh, ketika ada orang yang berkomentar “Trump is crazy,” padanan kata yang sering dipakai adalah “pungo”. 

Editor: Zaenal
Serambinews.com/HO
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*) 

DI panggung geopolitik global, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran selalu lebih dari sekadar sengketa kebijakan. 

Ia bukan hanya perseteruan mengenai sanksi, nuklir, atau pengaruh regional, melainkan benturan dua cara pandang terhadap kekuasaan dan legitimasi. 

Di satu sisi, ada pendekatan yang mengandalkan tekanan maksimum, mobilisasi militer, dan dominasi sistem internasional. 

Di sisi lain, ada strategi yang bertumpu pada daya tahan sejarah, kedalaman identitas, dan kalkulasi asimetris jangka panjang. 

Dalam konteks inilah, teater ambisi Donald Trump berhadapan dengan negara peradaban Iran - sebuah pertunjukan dramatis di mana istilah “pungo” dan “puleh pungo” dapat dibaca sebagai metafora politik yang kontras.

Dalam bahasa Aceh, ketika ada orang yang berkomentar “Trump is crazy,” padanan kata yang sering dipakai adalah “pungo”. 

Namun “pungo” tidak selalu berarti gangguan mental dalam arti klinis. 

Ia lebih dekat dengan makna nekat, berani melampaui kebiasaan, bertindak di luar pola umum, atau melakukan langkah yang membuat orang lain terkejut. 

Dalam politik global, label seperti itu sering muncul ketika seorang pemimpin menggunakan retorika keras, ancaman terbuka, atau keputusan yang tampak drastis. 

“Pungo” dalam konteks ini adalah gaya - sebuah demonstrasi keberanian yang sengaja dipertontonkan untuk membentuk persepsi lawan.

Baca juga: Jalan Terjal Gubernur Aceh 2024-2029 : Aceh-Jakarta, Paradigma Aceh Pungo, Jawa Sopan - Bagian XX

Logika Pungo Amerika

Amerika Serikat merupakan kekuatan militer terbesar di dunia modern. 

Dengan armada kapal induk yang beroperasi lintas samudra, pangkalan militer di berbagai kawasan, jet tempur generasi kelima, sistem rudal presisi, serta jaringan intelijen global yang canggih, Washington memiliki kapasitas proyeksi kekuatan yang hampir tak tertandingi. 

Dalam hitungan hari, bahkan jam, target strategis dapat ditekan melalui kombinasi serangan udara, siber, dan tekanan ekonomi. 

Ketika kapal perang digerakkan ke Teluk Persia dan pernyataan keras Trump dilemparkan dari Gedung Putih, langkah tersebut tampak sebagai demonstrasi tekad dan dominasi. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved