Pojok Humam Hamid
Teater Ambisi Trump dan Iran: Apa Beda “Pungo” dan “Puleh Pungo”
Dalam bahasa Aceh, ketika ada orang yang berkomentar “Trump is crazy,” padanan kata yang sering dipakai adalah “pungo”.
Ketika risiko perang regional begitu besar, kalkulasi rasional sering kali mengalahkan dorongan retorika.
Ketika Pungo Bertemu Puleh Pungo
Pada akhirnya, konflik AS - Iran lebih menyerupai pertunjukan psikologis daripada duel terbuka.
Metafora “pungo” versus “puleh pungo” membantu menjelaskan dinamika tersebut tanpa harus memahaminya secara harfiah.
Ia menggambarkan pertemuan antara kenekatan demonstratif dan kesiapan menghadapi eskalasi ekstrem.
Satu pihak menonjolkan superioritas material dan efek dramatis; pihak lain menekankan ketahanan historis dan kesiapan memperluas medan konflik.
Kemungkinan besar, tujuan akhir bukanlah kehancuran total, melainkan negosiasi ulang posisi tawar.
Amerika Serikat ingin memastikan kepentingan strategisnya terlindungi.
Iran ingin mempertahankan kedaulatan dan pengaruh regionalnya.
Ketegangan menjadi alat untuk membentuk hasil akhir yang lebih menguntungkan masing-masing pihak.
Namun dunia harus memahami satu hal: ketika “pungo” bertemu dengan “puleh pungo”, risiko terbesar bukanlah siapa yang terlihat paling berani, melainkan seberapa jauh api konflik dapat menjalar.
Dan dalam geopolitik Timur Tengah, sekali bara menyala, memadamkannya sering kali jauh lebih sulit daripada menyalakannya.
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
pojok humam hamid
Ahmad Humam Hamid
Humam Hamid
konflik Iran-Amerika
Selat Hormuz
perang iran amerika
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ahmad-Humam-Hamid-iran.jpg)