Jurnalisme Warga
Membayangkan Pulo Aceh Menjadi “Kampung Inggris”
Bayangkanlah sebuah pulau dengan hamparan laut biru, memiliki sejarah gemilang, dan budaya yang kaya raya. Itulah Pulo Aceh
AHMAD ZAKY, S.Kom., alumnus Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (USK), melapor dari Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur
Bayangkanlah sebuah pulau dengan hamparan laut biru, memiliki sejarah gemilang, dan budaya yang kaya raya. Itulah Pulo Aceh, gugusan pulau yang membentang di ujung barat Indonesia, menyimpan potensi wisata bahari, dan sumber daya alam yang luar biasa.
Namun, di balik keindahannya, tersimpan pekerjaan rumah besar yang tak kalah penting: bagaimana menyiapkan generasi muda Pulo Aceh agar mampu bersaing di kancah global?
Jawabannya mungkin tidak perlu jauh-jauh dicari hingga ke Amerika Serikat atau Inggris.
Cukup menatap ke sebuah fenomena unik di Jawa Timur: Kampung Inggris, Pare.
Sebuah desa biasa yang menjelma menjadi “ibu kota” kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia, tempat ribuan anak muda dari berbagai penjuru negeri berbondong-bondong mengejar mimpi menguasai bahasa internasional yang satu ini.
Bukankah Pulo Aceh, dengan segala keunikannya, juga bisa melakukan hal serupa?
Urgensi bahasa Inggris
Data terkini dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025 memberikan tamparan keras bagi dunia pendidikan Aceh. Provinsi Aceh menempati peringkat ke-31 dari 38 provinsi dengan nilai rata-rata gabungan mapelnya hanya 35,93. Yang lebih memprihatinkan, skor bahasa Inggrisnya anjlok di angka 22,74, tertinggal jauh dari provinsi lain seperti DI Yogyakarta yang mencapai 46,33.
Ironisnya, capaian ini kontras dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh yang justru meningkat dari 73,29 pada 2020 menjadi 76,23 pada 2025. Ini membuktikan bahwa kuantitas pendidikan belum berbanding lurus dengan kualitas hasil belajar, terutama dalam penguasaan bahasa asing.
Bagi generasi muda yang tinggal di Pulo Aceh dengan keterbatasan akses geografis, kesenjangan ini akan semakin lebar jika tidak segera diatasi. Penguasaan bahasa Inggris bukan sekadar nilai rapor, melainkan kunci untuk membuka pintu beasiswa luar negeri, akses literatur internasional, dan daya saing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Menelisik keajaiban Pare
Apa sebenarnya rahasia Kampung Inggris Pare sehingga mampu mencetak ribuan lulusan dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni?
Bukan gedung megah atau teknologi canggih, melainkan ekosistem dan metode.
Penelitian akademik membuktikan efektivitas metode di Pare. Sebuah studi yang dipublikasikan di Language and Education Journal (2025) menunjukkan bahwa pembelajaran imersif di Pare mampu meningkatkan skor kemampuan bahasa Inggris siswa hingga 25 persen (dari pretest ke post-test). Lingkungan yang mendukung, program yang terstruktur, dan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-
Jurnalisme Warga
penulis jurnalisme warga
Penulis JW
Membayangkan Pulo Aceh Menjadi Kampung Inggris
AHMAD ZAKY S Kom
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Progres Menggembirakan Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Barat |
|
|---|
| Bermain Ular Tangga Sambil Kelola Emosi di Pesantren Baitul Arqam Muhammadiyah |
|
|---|
| Green Jihad, Menanam Harapan di Tanah Pernah Tenggelam |
|
|---|
| Ketika Manusia Mengagungkan AI, Terjadilah Pergeseran Nilai Agama dan Sosial |
|
|---|
| Lima Tahun UBBG, Kampus Bermutu dan Maju, Refleksi Dies Natalis Ke-5 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AHMAD-ZAKY-S-Kom.jpg)