KUPI BEUNGOH
Indonesia Untuk Perdamaian Dunia
Perkembangan geopolitik dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perdamaian global masih menghadapi berbagai tantangan serius
Oleh: Yunidar. ZA*)
Perkembangan geopolitik dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perdamaian global masih menghadapi berbagai tantangan serius.
Konflik bersenjata di berbagai kawasan, terutama di Timur Tengah, terus menimbulkan dampak luas yang tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga oleh masyarakat dunia secara keseluruhan.
Indonesia sebagai anggota ke-60 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 September 1950, dan sempat keluar pada 1965, bergabung kembali pada 28 September 1966.
Indonesia aktif dalam berbagai forum PBB, termasuk pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan dan menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada tahun 2026.
Dalam konteks ini, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Momentum penting yang mencerminkan komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 5 Maret 2026.
Baca juga: IRGC Klaim Serang Puluhan Kapal Tangker, AS Siap Kerahkan Angkatan Laut, Harga Minyak Dunia Melonjak
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting umat Islam Indonesia, antara lain pimpinan Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, serta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, di samping para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dalam suasana Ramadhan, tetapi juga forum strategis untuk membahas berbagai isu penting, termasuk dinamika geopolitik dunia dan upaya memperkuat peran Indonesia dalam mendorong perdamaian global.
Secara konseptual, perdamaian dapat dipahami sebagai kondisi tidak adanya perang dan konflik bersenjata yang menimbulkan kekerasan.
Studi mengenai perdamaian berkembang dalam bidang keilmuan yang dikenal sebagai peace studies atau irenologi, yakni ilmu yang mempelajari upaya menciptakan perdamaian dan harmoni dalam kehidupan manusia.
Sementara itu, ilmu yang mempelajari perang, sebab-sebab terjadinya konflik bersenjata, serta berbagai upaya untuk mencegah dan mengakhirinya dikenal dengan istilah polemologi.
Dalam perspektif polemologi, perang tidak dipelajari untuk dilanggengkan, melainkan untuk memahami dinamika konflik agar manusia mampu mencegah dan mengusangkan, menghilangkannya.
Perdamaian pada hakikatnya merupakan kondisi yang memungkinkan terciptanya harmoni sosial dan kehidupan yang bermartabat.
Sebagai makhluk berakal dan berperadaban, species manusia memiliki tanggung jawab moral untuk membangun tatanan dunia yang damai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-MSi-CLDA-Anggota-INAKI-Ikatan-Nasional-Analis-Kebijakan.jpg)