KUPI BEUNGOH
Indonesia Untuk Perdamaian Dunia
Perkembangan geopolitik dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perdamaian global masih menghadapi berbagai tantangan serius
Oleh karena itu, upaya untuk mengusangkan perang harus menjadi agenda bersama umat manusia. Mendorong organisasi dunia mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan perang dan menghalau yang terlibat dalam peperangan untuk menghentikan perang menuju ke meja perdamaian.
Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat dunia.
Indonesia memiliki peluang untuk terus memainkan peran strategis dalam upaya tersebut. Melalui diplomasi, kerja sama internasional, dan penguatan nilai kemanusiaan, Indonesia dapat menjadi salah satu suara penting yang mengingatkan dunia bahwa masa depan peradaban manusia tidak dibangun melalui peperangan, melainkan melalui dialog, kerja sama, dan perdamaian yang berkelanjutan.
Akhirnya Indonesia sebagai Anggota PBB berharap dapat melaksankan misi kemanuasian untuk menyelamatkan angkatan masa depan dari kekejaman perang dan mengusangkan perang yang timbul dari pikiran manusia, semoga.
*) PENULIS adalah Anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) dan Alumni Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Mengapa Menonton Video Pendek Bisa Bikin Otak Susah Fokus? |
|
|---|
| PHK Marak Dimana-mana, Sistem Ekonomi Islam Beri Solusi Cerdas Soal Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Dampak Pengadaan Didominasi PL, Triliunan Belanja Publik Aceh Terancam Risiko 'Low Impact Spending' |
|
|---|
| Ketika Waktu Terasa Berhenti di Museum Tsunami Aceh |
|
|---|
| Kaya di Peta, Miskin di Meja: Gas Andaman, Dana MBG, dan Pelajaran yang Terus Kita Abaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-MSi-CLDA-Anggota-INAKI-Ikatan-Nasional-Analis-Kebijakan.jpg)