Jurnalisme Warga
Solidaritas Alumni Seri Temenggong untuk Aceh
Rumah-rumah belum sepenuhnya diperbaiki, lumpur masih menumpuk, dan sebagian warga kehilangan mata pencaharian.
FAISAL, S.T, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Sekjen APMI, dan alumnus IPGKTI, melaporkan dari Aceh Tamiang
MUSIBAH banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 masih menyisakan luka panjang hingga tahun ini. Rumah-rumah belum sepenuhnya diperbaiki, lumpur masih menumpuk, dan sebagian warga kehilangan mata pencaharian.
Di tengah suasana duka itu, kepedulian datang dari jiran di seberang Selat Malaka.
Sebanyak 26 Alumni Seri Temenggong (AST) dari Johor Bahru, Malaysia, tiba di Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Rombongan yang terdiri atas guru dan dosen itu dikomandoi oleh Tuan Haji Mohd. Zein bin Badui, pensiunan Pengarah Institut Pendidikan Guru Kampus Temenggong Ibrahim (IPGKTI), Johor Bahru.
Bantuan yang mereka bawa merupakan hasil donasi para alumni yang dikumpulkan selama kurang lebih dua pekan.
Total bantuan mencapai lima ton beras serta santunan bagi anak yatim. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah titik banjir terparah di Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Banda Aceh.
Rombongan mendarat di Bandara Kualanamu, Medan, sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah menyelesaikan proses imigrasi, mereka langsung bergerak menuju Aceh dengan tiga unit Hiace.
Perjalanan panjang dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur yang ditempuh pada malam sebelumnya tampak menyisakan lelah, sehingga suasana di dalam kendaraan relatif hening.
Sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan tiba di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang. Pemandangan yang tersaji begitu menyayat hati. Sejumlah rumah masih rusak dan belum tersentuh perbaikan.
“Sungguh ini pemandangan yang sangat memilukan,” ujar Haji Zein lirih, saat meninjau lokasi.
Di desa tersebut, rombongan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi yang masih bertahan di hunian sementara (huntara).
Perjalanan dilanjutkan ke Pesantren Darul Mukhlisin yang sempat diterjang banjir besar. Kompleks pesantren itu pernah menjadi lautan balok kayu akibat derasnya arus sungai. Hingga kini, kayu-kayu tersebut masih menumpuk di bagian samping dan belakang bangunan.
Meski demikian, proses pembelajaran sudah kembali berjalan walau belum sepenuhnya optimal. Di sana, tim AST menyerahkan bantuan langsung kepada pimpinan pesantren.
Menjelang sore, rombongan menuju Sekolah At-Tayibi Kampung Durian untuk berbuka puasa bersama sekitar 130 anak yatim dan santri tahfiz. Suasana haru bercampur hangat terasa ketika santunan diserahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/faisal-st-okeeeeh.jpg)