Kamis, 23 April 2026

Jurnalisme Warga

Gebyar Tahsin dan Tahfiz di SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe

Di tengah arus modernisasi pendidikan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada capaian akademik global

Editor: mufti
for serambinews/IST
ANGKASAH 

ANGKASAH, S.Pd.I, Guru Pendidikan Agama Islam pada SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, melaporkan dari Kota Lhokseumawe

Di tengah arus modernisasi pendidikan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada capaian akademik global, ada satu pertanyaan mendasar yang terus dijaga oleh SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe: bagaimana memastikan bahwa kemajuan intelektual berjalan seiring dengan kedalaman spiritual?

Di saat banyak sekolah umum lebih menitikberatkan pada sains, teknologi, dan persiapan ujian internasional, SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe justru menghadirkan sebuah terobosan yang menegaskan bahwa Al-Qur’an tetap menjadi jantung pembentukan karakter peserta didik.

Dari ruang-ruang kelas hingga selasar sekolah, lantunan ayat suci menjadi denyut yang menghidupkan suasana belajar. Inilah fondasi lahirnya kegiatan Pentas PAI: Gebyar Tahsin dan Tahfiz, sebuah panggung apresiasi yang bukan sekadar perlombaan, melainkan perayaan proses panjang dan konsisten dalam membumikan Qur’an di lingkungan sekolah umum.

SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe terus berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam kurikulum pendidikannya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah adanya program pembinaan membaca dan menghafal Qur’an melalui kegiatan Tahsin dan Tahfiz Al-Qur’an bagi seluruh siswa. Kegiatan ini bukanlah agenda musiman, melainkan rutinitas mingguan yang telah terjadwal dengan rapi. Setiap  Selasa siang, tepatnya pukul 14.10 hingga 16.00 WIB, suasana sekolah berubah menjadi lebih teduh dengan lantunan ayat suci yang dibacakan oleh para siswa.

Untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif dan intensif, pihak sekolah membagi para siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Tercatat ada 18 kelompok yang dibentuk, terdiri atas sepuluh kelompok khusus tahsin dan delapan kelompok khusus tahfiz. Setiap kelompok mendapatkan bimbingan langsung dari para ustaz dan ustazah yang kompeten di bidangnya.

Pembagian kelompok ini bertujuan agar setiap siswa mendapatkan perhatian yang cukup dalam memperbaiki bacaan maupun memperkuat hafalan mereka.

Namun, rutinitas mingguan saja dirasa belum cukup untuk memacu semangat berkompetisi yang sehat. Oleh karena itu, SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe menyelenggarakan sebuah perhelatan besar bertajuk “Pentas PAI: Gebyar Tahsin dan Tahfiz”. Acara ini

mengusung tema yang sangat menyentuh hati, yaitu Tingkatkan Tilawahmu, Mahkotakan Orang Tuamu. Tema ini dipilih untuk menanamkan keyakinan bahwa setiap huruf yang dibaca dan dihafal akan menjadi kemuliaan bagi orang tua mereka di akhirat kelak.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa pemilihan tema Tingkatkan Tilawahmu Mahkota Orang Tuamu, bukan tanpa alasan. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai bahwa prestasi akademik memang penting, tetapi prestasi spiritual memiliki kemuliaan yang abadi. Dengan menghafal Al-Qu’an, siswa diharapkan memiliki motivasi batiniah untuk memberikan

kehormatan bagi orang tua mereka, sesuai pesan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dan Ahmad. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya,

dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya yang sinarnya seperti sinar matahari. Dan kedua orang tuanya akan dipakaikan dua jubah kemuliaan yang tidak dapat dinilai dengan dunia dan isinya.”

Tujuan utama dari Gebyar Tahsin dan Tahfiz ini adalah untuk membangkitkan motivasi, semangat, dan ketekunan siswa. Dengan adanya panggung apresiasi, diharapkan siswa lebih giat lagi dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap harinya.

Kegiatan besar ini dilaksanakan dua hari berturut-turut, yakni pada 26 hingga 27 Februari 2026.  Seluruh warga sekolah turut serta menyukseskan acara yang menjadi puncak dari latihan rutin mereka selama ini.

Pada hari pertama, suasana kompetisi mulai terasa sangat kental. Para siswa mengikuti tahapan kualifikasi yang diadakan di kelompok masing-masing guna menyaring bakat-bakat terbaik yang akan mewakili kelompok mereka. Dalam babak kualifikasi ini, persaingan berlangsung cukup ketat, tetapi tetap dalam bingkai ukhuah. Dua siswa terbaik dari setiap kelompok berhak mendapatkan “tiket emas” untuk melaju dan tampil di babak final pada hari berikutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved