Rabu, 6 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Gebyar Tahsin dan Tahfiz di SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe

Di tengah arus modernisasi pendidikan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada capaian akademik global

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
ANGKASAH 

Dari total 18 kelompok yang ada, akhirnya terpilihlah 36 siswa yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Mereka terdiri atas perwakilan sepuluh kelompok tahsin putra dan putri, serta delapan kelompok tahfiz putra dan putri yang telah menunjukkan performa maksimal.

Memasuki hari kedua, ketegangan sekaligus rasa antusias semakin meningkat di lingkungan sekolah.

Momen ini menjadi puncak yang dinantikan dari seluruh rangkaian acara Tahsin dan Tahfiz, di mana para siswa bersiap menunjukkan dedikasi mereka dalam menjaga kemurnian bacaan dan hafalan Al-Qur’an.

Acara spesial ini dibuka resmi oleh Ibu Sarlivanti MPd, selaku Kepala Sekolah SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe. Kehadiran beliau memberikan suntikan semangat bagi para peserta yang telah berjuang melewati berbagai tahapan persiapan sebelum mencapai hari penentuan ini.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas program rutin tahsin dan tahfiz yang dilaksanakan setiap pekan. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe adalah sekolah umum dengan kurikulum nasional dan internasional, kebutuhan dasar seorang muslim untuk mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an tetap menjadi perhatian utama. Akademik penting, tetapi karakter dan spiritualitas adalah fondasi,” ujarnya.

Di tengah suasana khidmat tersebut, para dewan juri yang ahli mulai melakukan seleksi ketat terhadap 36 siswa terbaik. Setiap peserta menunjukkan kemampuan maksimal mereka dalam

melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an demi membuktikan kelayakannya. Persaingan sehat ini menjadi penentu utama bagi juri untuk menetapkan siapa yang paling layak menyandang gelar juara dalam ajang bergengsi tersebut.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah demonstrasi hafalan secara publik. Di sini, keberanian mental siswa diuji untuk melafalkan ayat-ayat suci tanpa kesalahan. Penonton yang hadir tampak terpaku dalam diam, meresapi setiap irama tilawah yang dilantunkan dengan penuh penghayatan oleh para peserta.

Penilaian dilakukan secara objektif untuk beberapa kategori juara. Kategori tersebut meliputi juara 1, 2, dan 3 kategori tahsin; juara 1, 2, dan 3 kategori tahfiz juz 1; serta juara 1, 2, dan 3 kategori tahfiz juz 30.

Seluruh rangkaian acara berlangsung sangat khidmat dan penuh haru. Penampilan para siswa yang melantunkan ayat suci dengan fasih dan lancer berhasil memukau seluruh hadirin yang memadati lokasi kegiatan.

Kegiatan Gebyar Tahsin dan Tahfidz 2026 ini sukses meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Melalui acara ini, sekolah membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi qur’ani yang berbakat dan berakhlak mulia. Ustaz Muhammad selaku pembimbing menyatakan rasa bangganya atas progres tajwid dan kelancaran hafalan para siswa yang meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Gustina Fitri selaku orang tua peserta juga mengungkapkan tak mampu membendung haru melihat putranya tampil dengan penuh percaya diri dalam tasmik Qur’an dan beliau berharap acara ini menjadi tradisi tahunan yang terus melahirkan hafiz dan hafizah yang mampu menjaga kemurnian kalam Ilahi di masa depan.

Salah seorang peserta lomba, Nadhif Attaqa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mencetak generasi yang berinteraksi dengan Al-Qur’an dan juga sangat bermanfaat dalam menjaga hafalannya. “Rasulullah berpesan, sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ujar Nadhif.

Semoga semangat “Tingkatkan Tilawahmu” ini terus berkobar, membawa keberkahan bagi siswa dan menjadi kebanggaan bagi orang tua mereka selamanya.

Pentas PAI: Gebyar Tahsin dan Tahfiz bukanlah sekadar perlombaan. Ia adalah pernyataan komitmen. Bahwa di SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, membaca dan menghafal Al-Qur’an bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang terus digalakkan. Sebab, dari sanalah lahir generasi yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, dan kuat imannya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved