Rabu, 8 April 2026

Jurnalisme Warga

Memetik Hikmah dari Peluncuran Buku MemoryGraph

Acara tersebut sangat bergengsi karena berkaitan dengan peluncuran buku yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.

Editor: mufti
IST
Dr. MURNI, S.Pd,I., M.Pd., Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh 

Dr. MURNI, S.Pd,I., M.Pd., Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Kamis, 26 Maret 2026, pukul 08.45 WIB, saya bergegas berangkat dari rumah menuju Kampus ‘Jantong Ate’ Rakyat Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala (USK), tepatnya di Auditorium Dr Ir Muhammad Ridha MEng Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC).

Di tempat ini berlangsung acara peluncuran buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto. Acara tersebut sangat bergengsi karena berkaitan dengan peluncuran buku yang sangat penting bagi masyarakat Aceh. Maklum, Aceh yang terkenal dengan julukan Serambi Makkah (Seuramoe Mekkah) sering sekali dilanda bencana-bencana besar, seperti tsunami pada Minggu, 26 Desember tahun 2004, gempa bumi Rabu,11 Januari tahun 2012 dengan pusat gempa pada 388 kilometer baratdaya Meulaboh.

Kemudian terjadi lagi gempa besar yang melanda Pidie Jaya pada Rabu, 7 Desember2016, dan banjir bandang serta tanah longsor pada Rabu, 26 November tahun 2025 yang baru saja melanda Aceh. Peluncuran buku MemoryGraph ini menjadi momentum penting dalam menguatkan peran ingatan kolektif (collective memory) sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Direktur TDMRC USK, Prof Dr Syamsiddik MEng dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga ingatan bencana dalam konteks perubahan sosial dan generasi saat ini.

“Banyak studi menunjukkan bahwa masyarakat cenderung semakin melupakan kejadian bencana besar yang pernah terjadi, terutama seiring dengan pergantian generasi.” Buku ini, lanjutnya, menjadi salah satu upaya penting dalam membangun ‘safety culture’ yang harus terus-menerus disampaikan dan diwariskan.

Peluncuran buku MemoryGraph dilaksanakan pukul 09.00 WIB oleh Prof Dr Ir Agussabti MSi, Wakil Rektor Bidang Akademik USK, mewakili Rektor Prof Dr Mirza Tabrani DBA.

Buku ini ditulis oleh tim lintas institusi, terdiri atas Yoshimi Nishi, Alfi Rahman, Rizanna Rosemary, Eka Husnul Huidayati, Rizka Puspitasari, dan Arie Julianda.

Buku setebal 80 halaman dan ‘full colour’ ini disunting oleh Yarmen Dinamika, Redaktur Harian Serambi Indonesia yang juga Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe).

Prof Agussabti menyampaikan apresiasi atas kolaborasi internasional yang melatarbelakangi lahirnya buku penting ini. “Kami menyampaikan apresiasi  yang luar biasa atas inisiatif yang telah lama diinisiasi oleh CSEAS Kyoto University bersama para peneliti di Aceh. Ini menunjukkan pentingnya kerja kolaboratif lintas negara dalam pengembangan pengetahuan dan praktik kebencanaan,” ujarnya. 

Peluncuran buku ini menjadi momentum penting dalam menguatkan peran ingatan kolektif sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Prof Agussabti juga menerima penyerahan buku secara simbolis dari Prof Yoshimi Nishi PhD, mewakili tim penulis.

Nishi juga menyerahkan buku kepada sepuluh tokoh lainnya yang mewakili berbagai organisasi maupun personal. Buku MemoryGraph merupakan hasil perjalanan panjang yang berakar dari pengalaman lapangan, mulai dari Aceh Tsunami Mobile Museum, pengembangan pendekatan ‘memory hunting’, hingga lahirnya konsep MemoryGraph sebagai metode dokumentasi berbasis ‘repeat photography’.

MemoryGraph merupakan aplikasi berbasis rephotography (tangkap ulang foto) yang memungkinkan pengguna membandingkan kondisi suatu lokasi pada dua waktu yang berbeda (masa lalu dan masa kini) melalui pendekatan visual.

Aplikasi ini bekerja dengan menampilkan foto lama sebagai referensi di layar telepon seluler (ponsel) dalam bentuk semitransparan (everlay). Pengguna kemudian menyesuaikan posisi dan sudut kamera komposisi foto baru sejajar dengan gambar lama. Setelah itu, foto tangkap ulang diambil dan dilengkapi dengan deskripsi singkat mengenai lokasi dan pengalaman yang terkait dengannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

JKA di Mata Hukum

 

JKA di Mata Hukum

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved