KUPI BEUNGOH
Dua Dekade Misi Kebudayaan Aceh-Iran
Istri Mustafa Abubakar, Pj. Gubernur Aceh melepas kami Tim Kesenian Aceh dalam misi kebudayaan nasional ke Teheran, Iran.
Oleh Dr H Muhammad Heikal Daudy SH MH*)
Dua puluh tahun silam, Kamis (20/7/2006) bertempat di Meuligoe Gubernur Aceh, Ibu Darliza tak lain adalah Istri dari Mustafa Abubakar (Pj. Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam) melepas kami Tim Kesenian Aceh dalam misi kebudayaan nasional ke Teheran, Iran.
Pengiriman duta seni asal Aceh tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari Bapak Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (Menbudpar RI) untuk terlibat dalam event Indonesian Festival 2006 yang akan berlangsung di Ibukota Iran, Teheran.
Acara yang diprakarsai oleh Menbudpar RI tersebut merupakan program unggulan dalam rangka mendatangkan para Wisatawan Mancanegara asal Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Alasan pemerintah mencanangkan program ini antara lain: (1) Warga Negara asal Timteng pada saat itu sangat sulit untuk berpergian ke Eropa dan Amerika karena alasan keamanan; (2) Indonesia sebagai populasi muslim terbesar di dunia ingin menunjukkan bahwa negara ini aman untuk dikunjungi; (3) Menunjukkan komitmen kerjasama antar dua negara; dan (4) Dalam rangka membalas kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Indonesia di tahun tersebut.
Pada hari Sabtu (23/7/2006) Pukul 23.00 WIB. Rombongan Indonesian Festival 2006 yang terdiri dari panitia, peragawati dibawah asuhan model nasional Ratih Sanggarwati, Ahli masak legendaris Chef Rudy Choiruddin beserta crew, para peseni dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan para wartawan dari media cetak maupun elektronik nasional, bertolak menuju Doha, Qatar (QTR) dengan menempuh perjalanan selama 8 Jam.
Tiba pagi hari waktu Qatar di Doha International Airport, dengan ditemani seorang tour guide, rombongan dibawa city tour melihat kota Doha selama 6 Jam.
Baca juga: Iran dan Israel Saling Serang Hingga Detik Ini, AS Tambah Kekuatan Militer di Tengah Negosiasi
Mengingat keberangkatan menuju Teheran, Iran, akan dilanjutkan pada siang hari. Perjalanan city tour dimulai pukul 07.00 (QTR) pagi dengan cuaca 40°C, rombongan dibawa berkeliling melihat-lihat kota Doha.
Spot pertama mengunjungi Camel Market (Pasar Unta), lalu ke Qatari Market (Pasar Tradisional di Kota Doha), kemudian perjalanan dilanjutkan ke Khalifah Stadium tempat penyelenggaraan Asian Games ke-15, ke Taman tepi laut menyaksikan tempat penyulingan air laut menjadi air tawar dan langsung bisa diminum.
Air sulingan ini didistribusikan ke seluruh penduduk kota Doha, karena air mineral sangatlah bernilai bagi kehidupan mereka, dan benar saja kami mendapati bahwa harga sebotol minuman mineral di Qatar tergolong mahal.
Agenda city tour berakhir di Carefour Shopping Centre yaitu pusat perbelanjaan terbesar dan termegah di Doha, Qatar.
Dari sini diperoleh sejumlah kesan bahwa Doha sebagai ibukota negara Qatar, tampil megah berarsitektur modern, kota yang bersih dan terjaga.
Selain daripada itu, kami melihat pemandangan kota yang tak biasa bahwa kaum perempuan sangat jarang tampak dijalanan umum kota, sekalipun jalan-jalan protokol yang cenderung ramai.
Dari tour guide kami diberitahu bahwa wanita Qatar sangat jarang keluar rumah untuk berpergian. Jika pun ada pasti ditemani oleh mahramnya masing-masing.
Sekitar Pukul 13.30 (QTR) Qatar Airways Boeing 737-400 yang membawa kami take off dari Doha International Airport menuju Teheran, Iran, destinasi kami yang sesungguhnya Tepat pukul 15.30 Waktu Iran (IRN), pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Imam Khomeini International Airport di Teheran, Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhammad-Heikal-Daudy-Dosen-FH-Unmuha-Pemerhati-Seni-Budaya_2026_.jpg)