Selasa, 28 April 2026

KUPI BEUNGOH

Dua Dekade Misi Kebudayaan Aceh-Iran

Istri Mustafa Abubakar, Pj. Gubernur Aceh melepas kami Tim Kesenian Aceh dalam misi kebudayaan nasional ke Teheran, Iran.

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Dr H Muhammad Heikal Daudy SH MH, Dosen FH Unmuha & Pemerhati Seni Budaya 

Selanjutnya kami dijemput dan dibawa menuju tempat peristirahatan dipusat kota Teheran tepatnya di Ferdossi Grand International Hotel setelah lelahnya menempuh perjalanan dari tanah air.

Usai beristirahat esoknya hari Senin tanggal 24 Juli 2006 seluruh rombongan dijemput oleh bus khusus untuk menghadiri Open Ceremony Indonesian Festival 2006 di Nia Varan Building Culture Center. 

Tim Kesenian Aceh yang ikut hadir dalam acara tersebut mendapat sorotan kamera photo dan televisi lebih dominan karena dianggap tampil beda dan mencolok menggunakan batik Aceh buah karya tangan terampil Ibu-ibu pembatik korban tsunami asuhan Dekranas NAD.

Baca juga: Kawal Misi Kemanusiaan Jusuf Kalla ke Iran, PMI Banda Aceh Kirim Doa dan Harapan Perdamaian

Open ceremony tersebut dikemas melalui pameran budaya Indonesia. Sejumlah pakaian adat dan pelaminan daerah ikut dipajang, peragaan busana muslim, pembuatan batik pekalongan dan masakan Aceh serta minang yang di ramu oleh Chef Rudy Choiruddin. 

Selain juga ada pameran photo, lukisan, dan souvenir. Ada kesan mendalam khusus untuk Rudy Choiruddin karena dalam setiap demo aktraksinya dia tampil menggunakan busana Aceh.

Selanjutnya Tim Kesenian Nusantara tampil dalam acara ladies program di Wisma Duta KBRI pada hari Selasa (25/7/2006).

Baca juga: VIDEO - Iran Longgarkan Blokade Selat Hormuz, Kapal Jepang Diberi Jalur Aman di Tengah Ketegangan

 Tari Seudati, Tari Saman dan Rapai Geleng dari Aceh. Lalu Tari Rampak Rapai dan Tari Piring dari Sumatera Barat, menjadi suguhan aktraktif pada hari tersebut. 

Puncaknya adalah penampilan pada Gala Dinner Indonesian Festival in The Night 2006 yang berlangsung di Laleh International Hotel pada hari Rabu malam (26/7/2006).

Event yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Iran, Para Duta Besar Negara sahabat yang ada di Iran, para Diplomat dan undangan khusus lainnya. 

Pada malam itu semua tim kesenian daerah tampil dalam performance yang sempurna. Segenap tamu yang hadir dibuat takjub dalam suasana magis tarian nusantara hingga larut malam.

Ekonomi rakyat Iran tergolong makmur 

Dalam misi budaya ini kami mencatat sejumlah hal yang tidak kalah penting untuk dibagi. 

Dimana Rakyat Iran sebagai entitas bangsa dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, hidup dengan hukum syariat yang kental, sehingga suasana demikian dapat kami rasakan selama berada di negeri para mullah tersebut.

Keadaan ekonomi rakyat Iran tergolong makmur walaupun terkena embargo ekonomi selama bertahun-tahun.

Pemerintah Iran sangat concern di bidang pendidikan dan kesehatan dengan menggratiskannya. 

Biaya telepon, listrik dan air, wajib dibayar setiap 2 bulan sekali senilai 20.000 to man (pecahan mata uang dibawah Riyal Iran) atau setara dengan Rp. 20.000,- tanpa dihitung banyaknya pemakaian. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved