Jumat, 29 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Mengurai Benang Kusut Pendidikan: Jalan Terjal Menuju Indonesia Emas 2045

Jika guru tidak didukung dengan baik, maka sulit mengharapkan lahirnya proses pembelajaran yang berkualitas.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Iswadi, M.Pd, Dosen Universitas Esa Unggul-Jakarta 

Perkembangan teknologi digital sebenarnya membuka peluang besar untuk memperbaiki sistem pendidikan

Platform pembelajaran daring, sumber belajar terbuka, dan penggunaan kecerdasan buatan dapat memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Namun, transformasi digital ini juga menghadirkan tantangan baru. Tidak semua daerah memiliki infrastruktur yang memadai, dan tidak semua pendidik maupun peserta didik memiliki literasi digital yang cukup. 

Tanpa kesiapan yang matang, digitalisasi justru dapat memperlebar kesenjangan yang sudah ada.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis yang terintegrasi. 

Pemerataan akses pendidikan harus menjadi prioritas utama, baik melalui pembangunan infrastruktur fisik maupun penyediaan teknologi digital yang inklusif. 

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Baca juga: Merekonstruksi Pendidikan Aceh yang Islami, Bermartabat, dan Kompetitif

Selain itu, reformasi kurikulum menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Kurikulum harus dirancang untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21, dengan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pada pemecahan masalah. 

Proses belajar harus mendorong siswa untuk aktif, bukan sekadar menjadi penerima informasi. 

Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan.

Pendidikan pintu menuju Indonesia Emas

Peningkatan kualitas guru juga harus menjadi fokus utama. Program pelatihan perlu dirancang secara berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan nyata di kelas.

 Selain itu, beban administratif guru perlu dikurangi agar mereka dapat lebih fokus pada tugas utama sebagai pendidik. 

Peningkatan kesejahteraan guru, terutama di daerah terpencil, juga harus menjadi perhatian agar profesi ini semakin diminati dan dihargai.

Tidak kalah penting adalah peran kolaborasi antara berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membenahi sistem pendidikan

Keterlibatan sektor swasta, dunia industri, komunitas, serta masyarakat luas sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved