Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian

Dinamika perkembangan konflik global agresi militer Amerika Serikat ke Iran kembali menempatkan dunia pada persimpangan antara perang dan...

Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
YUNIDAR - Yunidar ZA, Analis Kebijakan. Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian. 

Bagi Indonesia, stabilitas global, khususnya di sektor energi, memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan bakar, tekanan terhadap ekonomi domestik dan stablitas nasional. Karenanya tentu Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk mendukung setiap upaya perdamaian, ketertiban dan stabilitas global.

Baca juga: Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian

Perpanjangan gencatan senjata sebagai modal

Momentum perpanjangan gencatan senjata harus dimanfaatkan secara maksimal oleh semua pihak sebagai sebuah kesempatan, modal untuk membangun kepercayaan, membuka jalur komunikasi, dan merumuskan kesepakatan yang adil dan berkelanjutan. Perdamaian tidak akan pernah tercapai tanpa keberanian untuk berdialog dan mengalah “tanpa kehilangan muka” demi kepentingan yang lebih besar.

Saatnya masyarakat dunia memberikan perhatian serius terhadap perdamaian.  Semua pihak yang terlibat dalam peperang maupun yang terdampak akibat perang terutama gangguan imbas terhadap ekonomi global dalam rantai pasok yang tergangu, dapat menyuarakan untuk segera mendorong para pihak yang bertikai agar segera kembali ke jalur diplomasi, berunding dalam meja perundingan dengan mendalami dan memahami  kepentingan, kebutuhan dan nilai-nilai yang diperjuangkan, tujuan digeser untuk kesetaraan bukan dengan cara “pemaksaan kehendak”. 

Tekanan moral dan politik dari komunitas internasional jaringan perdamain utamanya mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) dapat menjadi pendorong kuat bagi para pemimpin dunia untuk memilih kebijaksanaan jalur perdamaian, diplomasi daripada konfrontasi. Masyarakat dunia membutuhkan kedamaian, kesejahteraan dan perdamaian  tidak membutuhkan perang. 

Pada akhirnya, perdamaian bukan hanya tentang menghentikan perang. Tapi, tentang membangun masa depan bersama yang lebih adil, stabil, dan manusiawi. Perpanjangan gencatan senjata semoga menjadi langkah awal, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa negosiasi, diplomasi, dialog dapat terus berjalan hingga tercapai kesepakatan damai yang permanen karena perang hanya akan menghancurkan peradaban dunia. Semoga.(*)

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved