Kupi Beungoh
Serahkan Urusan pada Ahlinya, Jika Tidak Maka Tunggulah Kehancuran
Setiap orang kini memiliki akses untuk berbicara, menilai, bahkan memutuskan setidaknya dalam ruang opini publik. Namun, tidak semua yang..
Peringatan Rasulullah SAW tentang kehancuran bukanlah ancaman yang abstrak. Ia adalah realitas yang dapat kita saksikan ketika amanah diabaikan dan keahlian tidak dihargai. Kehancuran itu bisa berupa runtuhnya sistem, hilangnya kepercayaan, atau rusaknya tatanan sosial. Namun sebaliknya, ketika amanah dijaga dan keahlian dihormati, maka akan lahir masyarakat yang adil, seimbang, dan bermartabat.
Sehingga, penting bagi kita untuk menyadari bahwa menyerahkan urusan kepada ahlinya bukanlah bentuk kelemahan, melainkan wujud kedewasaan berpikir dan tanggung jawab. Keputusan yang diambil tanpa landasan keahlian ibarat berjalan di atas ketidakpastian yang rawan berujung pada kerugian besar. Lebih lanjut, setiap pemimpin maupun individu perlu menumbuhkan kerendahan hati untuk mengakui batas diri, sekaligus keberanian untuk melibatkan orang yang tepat dalam urusan yang tepat. Jika prinsip ini diabaikan, maka kehancuran bukanlah kemungkinan yang jauh, melainkan konsekuensi yang perlahan namun pasti mendekat.
Karena itu, jika kita ingin membangun masa depan yang lebih baik, baik sebagai individu, sebagai masyarakat, maupun sebagai bangsa, maka satu prinsip ini tidak boleh ditawar: serahkan urusan pada ahlinya. Bukan kepada yang paling populer, bukan kepada yang paling dekat, tetapi kepada yang paling mampu dan paling amanah. Di sanalah letak keselamatan keputusan. Di sanalah keadilan menemukan bentuknya. Dan di sanalah peradaban menemukan pijakannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Muhammad-Rizki-SPdI-MPd-Alumni-PAI-Pascasarjana-UIN.jpg)