Jurnalisme Warga
Diam-Diam Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Jadi Ancaman
Selama ini, kita mengira plastik hanya berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari lingkungan. Namun kenyataannya
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2022 ini mencatat sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi pada setiap sampel air hujan.
Benda asing mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa jalur utama, yaitu makanan dan minuman, udara yang dihirup, serta produk sehari-hari seperti kemasan makanan dan kosmetik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa partikel ini dapat tertelan maupun terhirup, lalu masuk ke dalam sistem tubuh manusia.
Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik dapat melewati lapisan pelindung tubuh melalui proses yang disebut translokasi partikel. Dalam proses ini, partikel mampu menembus dinding usus atau saluran pernapasan, lalu masuk ke aliran darah dan berpotensi menyebar ke berbagai organ tubuh.
Sejumlah penelitian telah menemukan keberadaan mikroplastik di dalam tubuh manusia, bahkan sampai ke paru-paru dan tulang. Studi
oleh Heather Leslie pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 77 persen sampel darah manusia mengandung mikroplastik.
Jenis plastik yang ditemukan pun merupakan bahan yang umum digunakan sehari-hari, seperti PET yang biasa ditemukan dalam botol minuman dan polietilen bahan yang ada dalam kantong plastik.
Temuan ini membuktikan bahwa mikroplastik tidak hanya masuk ke tubuh, tetapi juga dapat menyebar dalam sistem peredaran darah.
Temuan lain yang tak kalah mengkhawatirkan datang dari penelitian yang dilakukan oleh Antonio Ragusa pada tahun 2021. Dalam studi tersebut, mikroplastik ditemukan pada plasenta ibu hamil.
Dari enam sampel yang diteliti, ditemukan partikel mikroplastik berukuran kecil yang tersebar di berbagai bagian plasenta. Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik berpotensi mencapai lingkungan paling sensitif dalam proses kehidupan, yaitu tempat berkembangnya janin.
Kekhawatiran serius
Keberadaan mikroplastik dalam tubuh menimbulkan kekhawatiran serius. Partikel ini dapat memicu peradangan, membawa zat kimia berbahaya, serta mengganggu keseimbangan sistem biologis. Dalam jangka panjang, paparan mikroplastik diduga berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi hubungannya dengan kanker, meskipun masih terus diteliti. Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa setiap tahun terdapat sekitar 400.000 kasus kanker baru di Indonesia, dengan sekitar 240.000 di antaranya berujung pada kematian.
Angka ini menunjukkan bahwa ancaman kesehatan dari faktor lingkungan, termasuk mikroplastik, tidak bisa dianggap sepele.
Lalu, apa yang bisa dilakukan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MIRDA-MASTURA-OKE-BARU.jpg)