Jurnalisme Warga
Tujuh Tahun Uniki, Bergerak Mengejar Prestasi
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan
CHAIRUL BARIAH, Dosen LLDikti Wilayah XIII Dpk Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor: 342/Kpt/I/2019 tanggal 30 April 2019. SK tersebut mengatur tentang izin penggabungan STIE Kebangsaan Bireuen, STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, dan STIH Kebangsaan Bireuen menjadi Uniki yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebangsaan Bireuen.
Saat ini, Uniki memiliki tujuh fakultas dengan total 13 program studi (prodi). Di antaranya adalah Fakultas Komputer dan Multimedia (Prodi Informatika), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (S-2 Manajemen, S-1 Manajemen, dan Akuntansi), serta Fakultas Hukum.
Selain itu, terdapat pula Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Agama Islam, sehingga secara keseluruhan Uniki mengelola 13 prodi.
Pagi itu, 29 April 2026, udara cerah, wajah-wajah para mahasiswa, karyawan, dan dosen semua tersenyum bahagia. Hilang sudah rasa lelah hampir dua hari mempersiapkan Milad Ke-7 Uniki. Tepat pukul 10.15 WIB pada Rabu, 29 April 2026, acara dimulai. Seharusnya puncak milad dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, tetapi karena bertepatan dengan hari bakti sosial donor darah dan adanya kegiatan lain, maka dipercepat satu hari.
Seluruh civitas akademika berbaur menjadi satu, saling membantu untuk kesuksesan acara syukuran Milad Ke-7 Uniki.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Teuku Ijlal Mudhaffar, mahasiswa Prodi Manajemen Uniki, dilanjutkan dengan Selawat Badar yang diikuti oleh seluruh hadirin. Jiwa bergetar, air mata menetes, kami larut dalam rasa syukur atas segala karunia yang Allah berikan.
Kemudian, Rektor Uniki, Dr Zainuddin Iba SE, MM, dalam sambutannya mengatakan, “Kita tidak boleh antiteknologi, tapi juga tidak boleh kehilangan jati diri. Mahasiswa Uniki harus bisa coding, tetapi tetap shalat berjemaah.”
Petuah itu ia lanjutkan, “Dosen Uniki harus bisa publikasi Scopus, tetapi tetap mengajarkan adab sebelum ilmu, karena bagi kita: Islam adalah kompas, kebangsaan adalah ladang pengabdian.’’
Usia tujuh tahun bagi sebuah institusi pendidikan adalah masa transisi penting dari fase awal fondasi menuju kedewasaan. Momentum Hari Jadi Ke-7 Uniki yang dirayakan pada tahun ini bukan sekadar seremoni pergantian usia, melainkan sebuah titik refleksi atas dedikasi nyata kampus ini bagi dunia pendidikan, khususnya di Provinsi Aceh.
Mengusung tema “Transformasi Digital Berbasis Nilai: Uniki Menuju Kampus Islami Kebangsaan yang Unggul dan Berdampak”, perayaan tahun ini menegaskan kembali komitmen Uniki untuk mendidik generasi muda menjadi pemimpin masa depan, yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, perusahaan swasta, dan pemerintahan, dengan menguasai teknologi digital, memiliki jiwa islami dengan semangat kebangsaan untuk menjaga nilai-nilai persatuan dari Sabang sampai Merauke.
Visi besar
Sejak pertama kali didirikan, Uniki lahir dari sebuah visi besar untuk mengintegrasikan pendidikan umum dan nilai-nilai luhur keislaman melalui kolaborasi kurikulum pendidikan umum dan pendidikan pesantren.
Perjalanan di tahun-tahun pertama tentulah tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari pembangunan sistem akademik hingga pengenalan identitas kampus kepada masyarakat luas. Semua itu tidak lepas dari peran Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr Amiruddin Idris SE, MSi, tokoh yang begitu peduli terhadap dunia pendidikan. Saat ini beliau menjabat Anggota DPR Aceh dari partai yang ia pimpin, PPP.
Selain menyiapkan berbagai fasilitas kampus, beliau juga menggandeng beberapa tenaga profesional untuk kemajuan Uniki. Misalnya, pernah merekrut Prof Dr Apridar SE, MSi sebagai Rektor Uniki Periode 2021-2025 dan juga merekrut beberapa tokoh penting lainnya.
Untuk mengatasi generasi yang putus kuliah, pembina yayasan juga menyediakan beasiswa bagi ribuan mahasiswa yang kurang mampu, mahasiswa korban konflik, dan mahasiswa yang berprestasi.
Peran Ketua Yayasan Kebangsaan, Hj Nuryani Rachman MM, juga tidak kalah pentingnya. Beliau selalu memantau aktivitas kampus, mendorong terciptanya kampus yang bersih, asri, nyaman, baik di halaman maupun ruang kelas, semuanya harus selalu tertata rapi.
Kepedulian beliau akan kebersihan dan keindahan akhirnya menjadi kebiasaan semua warga kampus dalam menjaga keasrian lingkungan kampus dan sekitarnya.
Bimbingan dan arahan dari LLDikti Wilayah XIII juga senantiasa mengalir dan menjadi pedoman bagi kami dalam memajukan Uniki.
Civitas akademika yang berasal dari berbagai belahan Nusantara, di antaranya, Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara, dan dari berbagai wilayah yang ada di Provinsi Aceh juga menjadi kekuatan Uniki untuk perlahan berkembang, maju, dan meraih prestasi.
Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, lompatan kemajuan Uniki patut diapresiasi. Kampus ini telah mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, di antaranya, memperoleh Hibah Terbaik II, Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) meraih predikat Terbaik dua kali berturut-turut, juga meraih prestasi sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terfavorit (2023), dan PTS Terbaik III pada Anugerah LLDikti Award Tahun 2025.
Pembangunan fasilitas di kampus ini terus dikembangkan, seperti gedung rektorat dan gedung FKIP di sebelah Selatan kampus induk, dilengkapi dengan laboratorium seni dan fasilitas olahraga.
Tidak hanya dari sisi institusi, mahasiswa dan dosen juga aktif mengejar prestasi di tingkat nasional maupun daerah, sebagaimana pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) beberapa waktu lalu.
Pada tahun ini pun tercatat 33 dosen Uniki sebagai penerima hibah penelitian dan pengabdian dari kementerian.
Di luar tembok kampus, Uniki terus memperluas program pengabdian masyarakat dalam berbagai bidang. Di antaranya, bidang pertanian, hukum, dan bidang ekonomi sebagai wujud implementasi tridarma perguruan tinggi.
Di tengah era digitalisasi dan perubahan global yang serbacepat, Uniki terus berusaha mengejar prestasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dengan menerapkan pelayanan akademik, kemahasiswaan, dan umum secara digitalisasi.
Uniki siap menyongsong masa depan tanpa meninggalkan akar budayanya, sebagaimana yang disampaikan Rektor Uniki dalam berbagai kesempatan. Beliau menekankan bahwa usia ke-7 ini merupakan batu loncatan menuju visi yang lebih besar, yakni pencapaian akreditasi Baik Sekali dan Unggul, sehingga Uniki dapat bersanding dengan kampus yang telah lebih duluan maju.
Tujuh tahun mengabdi barulah sebuah permulaan. Dengan fondasi yang semakin kokoh, Uniki siap melangkah lebih jauh, menginspirasi lebih banyak jiwa, dan terus berkontribusi dalam mencetak pemimpin bangsa di masa depan.
Selamat Milad Ke-7, Uniki! Teruslah berjaya dan menjadi pelita bagi pendidikan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CHAIRUL-BARIAH-OKE-BANGET-HEHEHE.jpg)