KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai - Bagian 18, Berhaji dengan Tenang dalam Perdamaian
Kesepakatan damai para pihak sebagai hadiah bagi tamu Allah yang berhaji ke Baitullan dengan aman dan damai.
Stabilitas di kawasan itu membawa dampak besar bagi ekonomi dunia, jalur rantai pasok energi dan kehidupan jutaan manusia.
Baca juga: Anggota Kongres AS Sorot Program Nuklir Israel, Tuntut Menlu Rubio Buka-bukaan
Karena itu, setiap langkah menuju negosiasi, dialog dan penghentian konflik kekerasan patut diapresiasi sebagai kemenangan akal sehat dan kemanusiaan.
Sikap demokratis yang mendorong penghentian perang dan membuka jalan menuju perdamaian dari para pemimpin maupun rakyat Amerika juga layak dihargai.
Upaya para perunding, diplomat, dan mediator yang sejak awal terlibat untuk membangun jembatan dialog menunjukkan bahwa dunia masih memiliki orang-orang yang memilih jalan damai dibanding konfrontasi militer.
Mereka memahami bahwa keberanian terbesar dalam politik bukanlah memperpanjang permusuhan, melainkan menciptakan ruang kepercayaan, kesetaraan agar perdamaian dapat diwujudkan dalam aksi secara nyata.
Baca juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ungkap Isi Pertemuan dengan Mojtaba Khamenei
Iran sendiri adalah bangsa besar dengan peradaban yang tinggi. Iran memiliki sejarah panjang sebagai pusat ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, dan kebudayaan dunia.
Dari tanah itu lahir ilmuwan, penyair, dan pemikir yang warisannya masih dipelajari hingga hari ini.
Melihat Iran hanya dari sudut konflik politik berarti mengabaikan identitas besarnya sebagai gudang intelektual tercerahkan dan bagian penting dari sejarah peradaban manusia.
Dalam dunia kontemporer, harapannya di masa depan, Iran memiliki potensi menjadi jembatan penyatuan jalur pasok energi kebutuhan masyarakat dunia, antara Timur dan Barat, antara dunia Islam dan agama-agama lain, antara tradisi dan modernitas.
Baca juga: VIDEO - PT GLEH Resmikan Insinerator Limbah Medis B3, Digadang Jadi Sumber PAD Puluhan Miliar Aceh
Posisi sejarah dan kebudayaannya memberi peluang besar untuk membangun dialog antar peradaban yang lebih luas.
Ketika bangsa-bangsa mulai memandang satu sama lain dengan lebih adil dan manusiawi, maka ruang untuk kerja sama akan terbuka lebih besar daripada ruang permusuhan, steriotipe.
Tanggung Jawab Bersama
Perdamaian seharusnya menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat dunia, bukan hanya tanggung jawab negara-negara yang sedang berkonflik.
Seruan untuk menghentikan perang dan membebaskan negara-negara yang masih berjuang untuk merdeka seperti Negara Palestina pun harus dipahami sebagai panggilan kemanusiaan universal, bukan sekadar isu politik semata.
Palestina adalah bagian dari nurani dunia yang mengingatkan bahwa penderitaan manusia tidak boleh dibiarkan menjadi hal biasa.
Baca juga: Skandal Korupsi di China: Dua Eks Menteri Pertahanan Dihukum Mati dengan Penangguhan
Perdamaian di Timur Tengah akan membawa pengaruh besar bagi stabilitas dunia, baik secara sosial, perdaban, ekonomi, geopolitik, maupun moral.
| S1 hingga S3 Menganggur: Menyoal Arah Kebijakan Pembangunan Aceh |
|
|---|
| Aceh di Persimpangan: Mengikuti Reformasi atau Mempertahankan Cara Lama? |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 17, Selamat Jalan Perang, Menuju Perdamaian |
|
|---|
| Tradisi, Patriarki, dan Hak Individu di Aceh |
|
|---|
| Trust Issue: Sinyal Darurat Kesehatan Mental atau Sekedar Drama Remaja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/YUNIDAR-DAN-LAINI.jpg)