Selasa, 12 Mei 2026

Opini

Hilirisasi Antara Jargon dan Kebijakan Nyata

Pilihan ada di tangan kita, hilirisasi bisa menjadi titik balik menuju ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing, asalkan diiringi keberanian

Tayang:
Editor: mufti
@pegadaian.kanwilmedan
Dr Muhammad Yasar STP MSc, Dosen Teknik Pertanian USK dan Ketua Pemuda ICMI Aceh 

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memperbesar defisit neraca perdagangan sektor tertentu dan melemahkan daya saing nasional di pasar global. Sebaliknya, apabila hilirisasi dijalankan secara serius, terarah, dan konsisten, maka ia berpotensi menjadi pendorong utama transformasi struktural ekonomi. Hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat keterkaitan antar sektor, serta mendorong tumbuhnya industri manufaktur dan pengolahan di dalam negeri. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan PDB, tetapi juga pada pemerataan pembangunan wilayah, terutama di daerah penghasil komoditas.

Namun demikian, keberhasilan hilirisasi tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan dukungan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari insentif fiskal, kemudahan investasi, hingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, kepastian hukum dan konsistensi regulasi menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan investor. Tanpa komitmen yang kuat dan koordinasi lintas sektor, hilirisasi berisiko menjadi sekadar slogan tanpa implementasi nyata.

Pilihan ada di tangan kita, hilirisasi bisa menjadi titik balik menuju ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing, asalkan diiringi keberanian untuk berbenah, berinovasi, dan berkomitmen pada perubahan jangka panjang.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved