Senin, 18 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Luka yang tak Terlihat: Memahami Burnout dalam Tubuh Kita

Burnout bukan sekadar “capek biasa". Stres kronis benar-benar mengubah cara kerja tubuh dan otak kita, meskipun tidak tampak dari luar.

Tayang:
Serambinews.com/HO
JUWITA Saragih adalah dokter spesialis kedokteran jiwa konsultan psikiatri biologi dan psikofarmaka (Psikiater), Afiliasi Rumah Sakit Jiwa Aceh-Staff Dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh: Juwita Saragih*)

Burnout adalah kondisi kelelahan akibat stres kerja yang berlangsung lama dan tidak terkelola dengan baik.

Kondisi ini ditandai oleh tiga hal utama; kelelahan fisik dan mental, munculnya sikap sinis terhadap pekerjaan, serta menurunnya kepercayaan diri dalam bekerja, yang sering tidak disadari.

Burnout bukan sekadar “capek biasa". Dalam dunia medis, burnout dipahami sebagai “luka tak terlihat,” karena stres kronis benar-benar mengubah cara kerja tubuh dan otak kita, meskipun tidak tampak dari luar.

Bagaimana stres bisa mengubah tubuh?

Tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk menghadapi stres.

Saat kita menghadapi tekanan, tubuh akan mengaktifkan sistem pertahanan agar kita siap menghadapi tantangan.

Namun, jika stres terjadi terus-menerus, sistem ini menjadi “lelah” dan kehilangan keseimbangan.

Inilah yang disebut sebagai beban stres kronis (allostatic load).

Peran Penting HPA Axis: “Pusat Komando Stres

Di dalam tubuh kita terdapat sistem utama pengatur stres yang disebut HPA axis (Hipotalamus–Pituitari–Adrenal).

Secara sederhana:

  1. Otak mendeteksi stres atau ancaman
  2. Mengirim sinyal ke kelenjar hormon
  3. Tubuh melepaskan hormon stres (kortisol)
  4. Setelah ancaman selesai, sistem akan berhenti

Namun pada burnout, sistem ini terus aktif tanpa jeda. Akibatnya hormon stres menjadi tidak stabil, tubuh sulit kembali normal, dan muncul kelelahan berkepanjangan.

Baca juga: Mandi Air Garam Ternyata Ampuh Redakan Nyeri, Atasi Stres hingga Bikin Tidur Nyenyak

Baca juga: 6 Makanan Penangkal Stres yang Bantu Stabilkan Suasana Hati

Dampak burnout pada sistem tubuh:

  1. Gangguan hormon stres → mudah lelah, emosi tidak stabil
  2. Sistem saraf selalu siaga → sulit rileks, mudah cemas
  3. Peradangan meningkat → kelelahan, sulit konsentrasi
  4. Perubahan fungsi otak → mudah tersinggung, fokus menurun
  5. Gangguan tidur → memperburuk kelelahan

Gejala yang perlu diwaspadai

- Kelelahan terus-menerus

- Kehilangan semangat kerja

- Merasa tidak produktif

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved